Lebih Praktis, Ojol Makanan di Sleman Antarkan Pesanan Pakai Sepeda

user
Tomi Sujatmiko 23 September 2022, 07:07 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Dua bulan terakhir di wilayah Sleman muncul beberapa ojek online (ojol) dari penyedia Gojek yang beroperasi menggunakan sepeda kayuh. Mereka mengantarkan order makanan untuk konsumen, dengan sepeda yang dipandang jadi hal unik untuk masyarakat sekitar.

Salah satunya adalah Andi Kurniawan warga Mrican Caturtunggal Depok Sleman yang memilih menjadi ojol pengantar makan bersepeda sejak dua bulan terakhir. Bapak satu anak ini bekerja pagi hingga siang lalu dilanjutkan sore hingga malam mengantar makanan dengan sepeda.

“Biasanya saya on bid membuka aplikasi pagi sampai siang lalu lanjut sore ketika sudah tidak panas. Pakai sepeda soalnya jadi kalau panas istirahat dulu,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com, Kamis (22/9/2022).

Penyedia aplikasi Gojek memang sejak beberapa waktu ini membuka peluang pada pesepeda untuk menjadi mitra. Pengantar makanan atau barang bisa menggunakan sepeda untuk melayani konsumen.

“Saya memang suka sepeda, lalu ada buka peluang dari aplikasi, yasudah daftar. Sepertinya baru di Sleman yang bisa, dari Mlati dan Depok. Dapat kerja sambil olahraga,” sambung pria yang juga gemar futsal ini.

Dua bulan menjadi ojol sepeda, Andi mengaku mendapatkan berbagai pengalaman menarik yang tak bisa dilupakan. Kesulitan membawa makanan hingga harus menembus ribuan orang di acara wisuda sebuah universitas pernah dialami, dan menjadi cerita menarik.

“Kalau naik sepeda, jalan yang dilarang untuk kendaraan bermotor, tetap bisa kita lewati. Lalu saya pernah mengantar makanan ke acara wisuda di UNY, di tengah-tengah ribuan orang dengan pakaian rapi, saya jalan bawa sepeda untuk nganter makanan. Aneh penampilannya ga masuk, tapi ya harus dilakukan, lucu saja begitu,” sambungnya.

Di kawasan Mrican Caturtunggal, Andi memang bukan satu-satunya ojol sepeda yang aktif. Namun memang tidak sedikit yang akhirnya tetap diam-diam mengendarai motor karena situasi.

“Kan biasanya titik itu maksimal 1 kilometer, tapi kadang bisa lebih. Jadi banyak yang tetap pakai motor. Tapi kalau saya semoga sebisa mungkin selalu pakai sepeda, tujuannya ya cari uang ya dapat sehat sepedaan,” ungkapnya lagi.

Menjadi ojol pengantar makanan bersepeda menjadi pengalaman baru bagi Andi yang akan dijalani terus ke depan. “Ya, dapat uang dan dapat sehat. Biasanya kalau sepedaan saja kan susah dapat ijin istri, ini ya gowes ya kerja,” pungkasnya tersenyum. (Fxh)

Credits

Bagikan