Pengembangan Pariwisata Harus Mempertimbangkan Ekologi

user
Tomi Sujatmiko 23 September 2022, 04:15 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan, pengembangan pariwisata harus mempertimbangkan aspek ekologi terutama destinasi pariwisata alam.

 

Bangunan sebaiknya di desain natural menyatu dengan alam, pemerintah daerah juga harus tegas menegakkan regulasi termasuk menertibkan perizinan terkait pendirian bangunan.

"Alam sudah bagus, akan lebih baik mendirikan bangunan yang menyatu dengan alam. Penjagaan lingkungan itu penting sekali, supaya tidak muncul problem berkelanjutan seperti air limbah, sampah dan kerusakan kawasan hutan," katanya di sela menyerahkan bantuan toilet bersih di Desa Wisata Tinalah, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, Kamis (22/9).

Kendati BOB tidak memiliki kewenangan terkait perizinan pendirian bangunan tapi tetap melakukan monitoring lingkungan. Kabupaten Kulonprogo ungkapnya terdiri dari tiga bagian, untuk pengembangan utama yakni di wilayah utara mengandalkan potensi alam. Karena alam menjadi modal utama sehingga bagaimana caranya kelestarian alam dan lingkungan tetap terjaga.

"Sebetulnya bukan hanya di Kulonprogo utara, tapi berlaku umum di semua wilayah. Wisata pantai juga ada sempadan pantai itu juga harus dijaga, bentang alam dijaga disesuaikan dengan tata ruang, zona hijau harus diindahkan, kuncinya perizinan harus tertib," jelasnya.

Lahan persawahan dan hutan yang indah merupakan karunia Tuhan dan menjadi modal utama dalam pengembangan pariwisata berbasis alam. Tidak harus penegak hukum atau penegak perda turun, masyarakat harus peduli dan ikut menjaga.
"Menjaga kelestarian alam harus dilakukan sejak dini, mulai anak SD harus sudah dikenalkan bagaimana menjaga lingkungan sebagai jaminan kehidupan di masa depan," terang Indah Juanita.

Ditegaskan, BOB terus mendukung pariwisata berorientasi Cleanliness Health and Environmental Sustainability (CHSE) dengan memberikan bantuan toilet bersih di Destinasi Wisata Tinalah, yang masuk dalam kawasan otoritatif sasaran program tersebut. (Rul)

Credits

Bagikan