Teteg Ditutup, Rekayasa Lalulintas Dikeluhkan Masyarakat

user
Tomi Sujatmiko 23 September 2022, 13:05 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO -Pasca penutupan palang pintu perlintasan kereta api di Jl Sugiman menuju Jl Diponegoro Wates atau Teteg Wetan pada 20 September lalu, rekayasa lalulintas yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kulonprogo banyak dikeluhkan masyarakat.

Beberapa hal yang menjadi keluhan masyarakat adalah, timbulnya titik kepadatan lalu lintas baru dan titik-titik rawan kecelakaan lalulintas. Seperti halnya di Teteg Kulon Wates, antrian kendaraan yang akan menyebrang perlintasan kereta api menjadi lebih panjang.

Hal tersebut diakibatkan menumpuknya arus lalu lintas karena para pengguna jalan enggan melalui jalan Kemiri III (underpass baru) karena dianggap memutar terlalu jauh dan rawan kecelakaan akibat belum lengkapnya alat peraga instruksi lalu lintas (APILL) di sepanjang rute tersebut .

Jeni Widiyatmoko Anggota DPRD Kulonprogo dari F-PKS berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi penerapan rekayasa lalulintas ini serta memperbaikinya. Selain itu, fasilitas pendukung keselamatan lalulintas, terutama di jalan Kemiri III seperti APILL dan penerangan jalan juga harus segera dilengkapi agar masyarakat pengguna jalan bisa melaluinya dengan aman dan tenang.

"Pantauan kami di pertigaan depan DPRD (pertemuan Jl Sugiman dan Kemiri III) di hari ketiga pasca penutupan teteg wetan tidak ada petugas yang ditempatkan, sementara belum ada APILL yang memadai. Sehingga lalu lintas terlihat semrawut dan sering terdengar suara klakson panjang dari sesama pengguna jalan dilokasi tersebut saat ada pengendara lain menyeberang. Belum lagi ditambah lalu lintas keluar masuk area perkantoran di pertigaan itu," urai Jeni, Kamis (22/09/2022).

Dari laporan/keluhan yang sering disampaikan masyarakat pengguna jalan, beberapa titik yang dianggap rawan kecelakaan diantaranya adalah pertigaan HW, pertigaan depan DPRD, dan perempatan Kemiri. Selanjutnya, sepanjang jalan Kemiri III selatan rel juga dianggap sangat rawan kecelakaan terutama dimalam hari. Disamping jalan yang berkelok-kelok, juga karena penerangan jalan sepanjang ruas tersebut belum sepenuhnya terpasang. (Wid)

Credits

Bagikan