Desa Prener Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa

user
Danar W 23 September 2022, 04:30 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Skema pelaksanaan pemberdayaan kewirausahaan desa melalui program desa prener dengan pendekatan Kiblat Papat Lima Pancer Adiluhung Kawentar (K45PAK) sudah berjalan hampir tiga tahun. Konsep desa prener dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengembangan dinamika entrepreneurship dan membantu pengentasan kemiskinan. Serta mengurangi pengangguran melalui pengembangan kapasitas masyarakat berkelanjutan.  

Salah satu model desa prener yang dikembangkan adalah K45PAK. Ini merupakan model pemberdayaan masyarakat (community developement) yang merupakan pancer atau pusat dan berfungsi sebagai etalase dan inkubator bisnis berkiblat atau berpedoman pada 4 hal. Yaitu global value (kiblat 1), local wisdom (kiblat 2), local supply chain (kiblat 3) dan global marketing (kiblat 4). 

Secara visual dapat digambarkan bahwa pancer menyatu dan dikelilingi 4 kiblat. Artinya bahwa keempat kiblat atau pedoman tersebut menyatu dan menjiwai pancer yang diharapkan menjadi motor penggerak perekenomian desa. Untuk itu, evaluasi pelaksanaan desa prener model K45PAK dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pelaksanaan program tersebut dalam mendukung penciptaan wirausaha baru.  

Evaluasi dilaksanakan mengundang seluruh perwakilan kelompok dan perangkat desa yang menjadi binaan desa prener model K45PAK. Sekurangnya terdapat enam belas kelurahan yang didalami capaian proses pelatihan dan pendampingannya. Diskusi mengenai evaluasi capaian desa prener ini melibatkan para ahli dan praktisi pendampingan masyarakat. Diantaranya Dr Duddy Roesmara Donna selaku konseptor K45PAK, Cecep Ernanto selaku Koordinator Pendampingan Wirasika Holistika, Imam Syafii selaku konseptor pendampingan model Blangkon, dan Dewi Filliana selaku Direktur Jiwa Bakulan.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan evaluasi yang diadakan di Hotel Ibis Style, Kamis (22/9/2022) Wisnu Hermawan SP MT, selaku Kabid Layanan Kewirausahaan KUKM Dinas Koperasi UKM DIY mengatakan bahwa evaluasi desa prener penting dilakukan agar status desa prener yang disandang bisa diketahui memiliki kemajuan atau sebaliknya.  

"Beberapa fakta di lapangan bisa didalami bahwa tidak dipungkiri terdapat sejumlah hambatan pengembangan, seperti tingkat ketahanan pelaku usaha dalam pengembangan bisnis hingga problem konflik internal dalam kelompok," ujar Wisnu. 

Meski demikian, hal yang patut diapresiasi dalam pengembangan desa prener model K45PAK adalah munculnya produk-produk unggulan desa yang berkualitas.  Bahkan sosialisasi SIBAKUL dan pendataan NIB menjadi sangat terbantu melalui skema pendampingan desa prener ini.

Sementara, Duddy Roesmara Donna menambahkan pelaksanaan skema desa prener model K45PAK ini harus berdampak pada tumbuhnya wirausaha baru, mendorong perekonomian lokal tumbuh, menekan angka kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran. 

"Ini adalah kontrak tim pendamping K45PAK kepada Dinas Koperasi UKM DIY.  Maka, kami akan benar-benar selektif dalam memberikan penilaian desa mana saja yang layak pada tahapan berikutnya dan desa mana saja yang harus bertahan," papar Duddy. (Sal)

Credits

Bagikan