Pustakawan Dituntut Miliki Kompetensi Khusus

user
Ivan Aditya 23 September 2022, 09:32 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Dinas Perpustakaan Dan Arsip DIY menggelar Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan, Rabu (21/09/2022). Sebanyak 145 peserta yang terdiri dari Pustakawan dan Kearsipan Kabupaten dan Kota, pustakawan perguruan tinggi, Pustakawan OPD DIY dan Pustakawan maupun pengelola perpustakaan sekolah di DIY mengikuti kegiatan ini. Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat membantu Pustakawan untuk lebih unggul.

Kepala Dinas Perpustakaan Dan Arsip DIY, Dra Monika Nur Lastiyani, mengatakan banyak orang beranggapan jika seorang pustawakan hanyalah bertugas menjaga atau menunggu perpustakaan. Namun sebenarnya peran dan tugas seorang pustakawan sangat besar sebagai seorang fasilitator informasi yang dibutuhkan masyarakat melalui koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan.

“Berdasarkan Undang-undang tentang perpustakaan, pustakawan adalah seorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan,” kata Monika dalam sosialisasinya.

Apalagi ditengah perkembangan zaman pengetahuan dan teknologi turut melaju pesat. Hal ini dibutuhkan seorang pustakawan yang cerdas dan terampil serta menguasai kemajuan teknologi.

Terlebih kini perpustakaan kini bisa diakses dari mana saja dan kapan saja sepanjang ada koneksi internet. Oleh karena itu pustakawan wajib memiliki kompetensi khusus.

Adapun kompetensi teknis yang diperlukan seorang Pustakawan untuk mengembangkan kemampuannya, menurut Monika diantaranya Kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan. Ada pula pelatihan teknis fungsional serta pengalaman bekerja secara teknis.

"Kemudian Kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan structural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan. Yang terakhir ialah Kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan," lanjutnya.

Dalam sosialisasi ini ditekankan pula pentingnya Sistem Informasi Manajemen DUPAK Terpadu (SIMADU), yaitu Aplikasi berbasis website yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional untuk memudahkan pencatatan kinerja dan pengusulan DUPAK Pustakawan. Tujuan SIMADU tak lain utnuk mempermudah pengajuan DUPAK Pustakawan kepada Tim Penilai, memberikan transparansi proses penilaian, mengharvest (mengumpulkan secara otomatis oleh sistem) seluruh data sebagai bahan penyusunan kebijakan, dan sebagai repositori karya ilmiah Pejabat Fungsional Pustakawan.

Pemateri lain dalam sosialisasi ini Yudho Widiatmono selaku Koordinator Bidang Pembinaan dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan Perpustakaan Nasional mengatakan bahwa jabatan kepustakaan tidak lepas dari sistem. Disamping soal penguasaan, seorang pustakwan juga harus dapat memberikan pelayanan yang baik.

“Kepustakawanan adalah kegiatan ilmiah dan professional yang meliputi pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan pengembangan sistem kepustakawanan,” papar Yudho. (*)

Credits

Bagikan