Badan Pangan Nasional Dorong Pemda Fokus Kendalikan Inflasi Pangan

user
Ivan Aditya 23 September 2022, 13:25 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Berbagai langkah extra effort pengendalian inflasi di sektor pangan terus digenjot pemerintah. Upaya ini telah membuahkan hasil dengan penurunan tingkat inflasi di sektor pangan dari sebelumnya di Juli 2022 sebesar 10,32%, menjadi 8,93% per bulan ini. Extra effort pengendalian inflasi harus serentak dilakukan di seluruh provinsi guna menjaga tren penurunan ini hingga ke batas wajar.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi (TPID) DIY di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (22/09/2022). Menurutnya, salah satu langkah high impact yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengendalikan inflasi adalah dengan fokus mengendalikan inflasi pangan.

Langkah pengendalian inflasi pangan, ujar Arief, harus serentak dilakukan di seluruh provinsi. Dalam upaya ini, dukungan yang dapat diberikan pemerintah daerah diantaranya melalui realisasi belanja wajib perlindungan sosial, salah satunya pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum di daerah.

"Peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci untuk mengurangi inflasi di daerah sesuai arahan Presiden RI. Peran aktif daerah antara lain dengan pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum termasuk subsidi biaya transportasi distribusi pangan," katanya.

Arief menyatakan kebijakan pemerintah dituangkan dalam l Peraturan Menteri Keuangan no 134/PMK.07/2022 tanggal 05 September 2022 yang mengamanatkan agar daerah menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial untuk periode Oktober sampai dengan Desember 2022. Terkait subsidi transportasi distribusi pangan ini, sampai September 2022 ini NFA telah melakukan sejumlah fasilitasi pengiriman komoditas pangan dari sentra produksi ke daerah.

"Kami mengajak pemerintah daerah, asosiasi, dan seluruh stakeholder pangan Tanah Air termasuk di DIY, untuk berkoordinasi dengan NFA, apa kebutuhan di daerahnya saat ini yang defisit. Kami akan fasilitasi atau hubungkan sehingga dapat dilakukan pendistribusian,” tandasnya.

Selain fasilitasi distribusi pangan, Arief menjelaskan NFA telah melakukan langkah-langkah extra effort dalam rangka pengendalian inflasi dan mengalokasikan anggaran fasilitasi daerah menyelenggarakan bazar pangan/operasi pasar dan fasilitasi distribusi.Pelaksanaan extra effort tersebut tentunya tidak bisa dilakukan sendiri NFA. Dalam mengendalikan laju inflasi khususnya di bidang pangan, diperlukan kolaborasi dan kerja sama yang erat dengan seluruh stakeholders termasuk Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

Untuk mewujudkan pembenahan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pangan global, Arief mengatakan tengah fokus menyusun Tata Kelola Kebijakan Pangan Nasional sinergis dari hulu ke hilir melalui kerja sama pentahelix "Kami berkolaborasi bersama dengan kementerian/lembaga terkait pangan termasuk dengan Dinas Urusan Pangan di 514 kab/kota dan 37 provinsi, dengan Bulog dan BUMN Pangan sebagai operator kami," pungkasnya. (Ira)

Credits

Bagikan