12 BUMN Klaster Logistik Kumpul di YIA, Ini yang Dibahas

user
Danar W 24 September 2022, 00:10 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Belasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster logistik membahas isu strategis percepatan integrasi pelayanan distribusi logistik sebagai upaya menurunkan ongkos logistik di Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo.

Kegiatan tersebut sebagai tindaklanjut kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir yang menetapkan Projeck Management Office (PMO) adalah tim yang membantu perusahaan melaksanakan proyek di bidang klaster logisltik yang terdiri 12 BUMN. Tujuannya agar operator logistik membantu pemerintah menurunkan ongkos logistik.

"Itu amanah yang ditugaskan Menteri BUMN kepada kami. Dua minggu lalu sudah keluar Keputusan Menteri BUMN. Sehingga sebagai operator kami melakukan pertemuan rutin membahas isu strategis yang bisa ditindaklanjuti bersama," kata Ketua Organizing Committee Tim Implementasi Percepatan Peningkatan Sinergi dan Integrasi Logistik Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi di sela BUMN Logistics Synergy & Integration Meeting di Lantai 4 Gedung Administrasi Kantor Cabang YIA, Jumat (23/9/2022).

Dirut PT Pos Indonesia (Persero) tersebut mengakui tidak mudah dalam mewujudkan amanat Menteri BUMN, karena masing-masing BUMN memiliki kompetensi yang unik dan tidak serta merta dapat diintegrasikan. "Kami berharap dengan semangat integrasi, seluruh kompetensi dan kemampuan BUMN di masing-masing logistik dapat diintegrasikan," jelasnya.

Sedangkan Dirut PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya bagian dari klaster logistik, kaitannya pemanfaatan bandara sebagai salah satu penggerak logistik cargo. YIA katanya bisa membuat DIY lebih istimewa lagi. Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki tentu bisa mendorong volume cargo dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Menurutnya upaya yang bisa dilakukan adalah percepatan dengan sinergi dan integrasi antara klaster logistik yang ada di BUMN. "Kita membangun ekosistem yang bisa mempercepat perkembangan bisnis cargo," tegasnya.

Lebih lanjut Faik Fahmi mengungkapkan, potensi menarik yang dimiliki YIA, karena letak geografis sekaligus memiliki fasilitas luar biasa dengan standar internasional serta run way bisa digunakan untuk pendaratan pesawat cargo berbadan besar sekalipun, seperti pesawat Antonov yang pernah mendarat di YIA.

"Percepatan dengan sinergi dan integrasi antarklaster logistik merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan YIA bisa lebih optimal. Artinya tidak hanya bisa mendatangkan turis ke DIY tapi juga pengembangan bisnis logistik yang lebih murah dan efisien," tuturnya. (Rul)

Kredit

Bagikan