Dosen UP45 Bantu Warga Sragen Produksi Briket Arang Limbah Serbuk Kayu

user
Ivan Aditya 24 September 2022, 16:06 WIB
untitled

Krjogja.com - SRAGEN - Serbuk kayu limbah dari produk primer furnitur dianggap tak punya nilai ekonomi dan hanya digunakan sebagai bahan untuk membakar misalnya dalam pembuatan bata merah. Padahal, serbuk kayu dapat dibuat menjadi briket arang, dengan nilai jual yang cukup tinggi.

Tak hanya itu saja, jika memenuhi spesifikasi sesuai standar SNI, briket arang serbuk kayu dapat di ekspor ke manca negara. Prospek inilah yang menjadi dasar tiga orang dosen dari Program Studi Teknik Industri dan Teknik Mesin Universitas Proklamasi (UP) 45, yaitu Rena Juwita Sari, Syaiful Mansyur dan Much Malik membantu warga Dusun Wonosari, Kelurahan Sambirembe, Kalijambe Sragen Jawa Tengah.

Para dosen dibantu beberaoa mahasiswa membantu pelatihan dan mesin untuk warga yang mayoritas memiliki usaha pembuatan furniture. Selama ini karena tidak terkelola dengan baik, limbah serbuk kayu di dusun tersebut dijual dengan harga sangat murah, hanya sekitar Rp 3 ribu perkarung ukuran 100kg, bahkan serpihan kayu yang tidak bisa dijual hanya dibuang begitu saja.

“Di sini kami membantu pemanfaatan limbah serbuk kayu untuk pembuatan briket arang dalam rangka mengurangi pencemaran lingkungan serta parallel dengan meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun Wonosari dengan memberikan 1 set alat pengarangan dan satu set alat mesin briket yang dananya diperoleh dari hibah Kemenristekdikti,” ungkap Rena Juwita Sari, Sabtu (24/09/2022).

Briket arang serbuk kayu diproduksi dengan cara mencampurkan komposisi serbuk kayu yang sudah diarangkan dengan tepung kanji sebagai perekat, setelah itu campuran tersebut di cetak menggunakan mesin cetak briket. Dalam membuat briket perlu diperhatikan kualitas briket tersebut, pengepakan menggunakan plastik dan dus dapat menambah nilai jual produk tersebut.

Selain membuat produk briket, tim UP 45 juga membantu dan melatih warga untuk proses pemasaran melalui digital marketing, dengan melakukan optimasi di platform market place. Tim tersebut berharap apa yang dilakukan bisa menjadi solusi nyata untuk mengatasi limbah yang selama ini mengotori lingkungan serta membantu perekonomian masyarakat. (Fxh)

Kredit

Bagikan