Berbisnislah, Ibarat Akar Pohon

user
Ivan Aditya 24 September 2022, 15:32 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Bisnis yang sejati ibarat akar pohon. Akar pohon jarang yang lurus, pasti belok-belok. Artinya untuk bisa mencari sari makanan untuk menghidupi pohon sampai berbuah, berbunga harus menembus berbagai rintangan dilakukan dengan berbelok-belok.

"Pembelajarannya, berbisnislah, jangan sampai kalah dengan akar pohon," ujar Eko Suhartanto PhD dalam Workshop bertema 'Business Plan for Winning Business' di Auditorium kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Kapas Yogyakarta, Sabtu (24/09/2022).

Workshop tersebut diberi pengantar Dr Dini Yuniarti MSi selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD dan dibuka Rusydi Umar MT PhD selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UAD. Workshop Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) ini diselenggarakan Prodi Akuntansi dimoderatori Nugraheni Rintasari SE MSc. Tampak hadir Wakil Dekan FEB Tina Sulistiyani MM dan Kaprodi Akuntansi Sumaryanto MSi.

Menurut Eko Suhartanto, bisnis memang banyak teorinya, banyak keinginaannya dan banyak kendalanya. "Bicara bisnis cakupan sangat luas sekali. Untuk memudahkan berbisnis, mulailah dari diri sendiri, mulai dari apa yang disenangi," katanya.

Dalam banyak teori diingatkan, bisnis yang sukses diawali dengan perencanaan yang baik. Kenali kelebihan dan kekurangan sendiri. Kalau merasa lemah dalam beberapa hal harus terbuka dan berani melakukan kolaborasi untuk menutup kelemahan. "Bisnis kalau ingin menguntungkan, berbisnislah apa yang dibutuhkan dan memberi solusi bagi banyak orang," tandasnya.

Sedangkan Rusydi Umar PhD dalam sambutan antara lain mengatakan, untuk berbisnis tidak perlu membutuhkan ilmu yang tinggi-tinggi. Justru banyak ilmu, banyak teori, banyak sekali pertimbangan untuk berbisnis.

"Intinya sulit membuat usaha bisnis. Maka mulailah berbisnis dengan segala kelebihan dan kekurangan. Berbisnilah dengan segala optimisme," katanya.

Sementara itu, Dr Dini Yuniarti MSi, Dekan FEB - UAD antara lain mengatakan, bisnis sebaiknya dilakukan perencanaan sebaik mungkin. Bagi mahasiswa berintepreneur atau berwirausaha bisa menjadi bekal untuk mandiri dan berdampak kesejahteraan. "Workshop bisnis plan ini bisa memberi wawasan dan bekal kemandirian, ketika jadi mahasiswa maupun setelah lulus," tandasnya. (Jay)

Kredit

Bagikan