Bisnis Bakpia di DIY Terus Berinovasi

user
Ivan Aditya 24 September 2022, 16:32 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Bakpia merupakan ikon oleh-oleh khas yang wajib dibeli dan selalu menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke DIY. Tidak heran toko-toko bakpia ini terus bertumbuh, terlebih sejak pandemi Covid-19 mulai melandai. Bahkan, pelaku ekonomi kreatif ini terus berinovasi mengembangkan produk maupun varian-varian baru.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Fitri Dyah Wahyuni menyampaikan bakpia merupakan kuliner yang menjadi incaran oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke DIY. Tidak.mengherankan, toko oleh-oleh bakpia terus bertumbuh dari yang bakpia legendaris hingga bakpia kekinian, seperti Bakpia Kukus Tugu Jogja.

"Bakpia jadi ikon oleh-oleh khas yang paling banyak dicari wisatawan yang datang ke Yogya. Bakpia ini tidak hanya sekedar oleh-oleh semata, namun mampu menambah khasanah rekreasi di DIY sebagai wisata kuliner yang sayang sekali jika dilewatkan begitu saja," ujarnya usai membuka Toko Bakpia Kukus Tugu Jogja di Jl. Malioboro No. 43 Sosromenduran Yogyakarta, Sabtu (24/09/2022).

Fitri mengatakan dibukanya toko bakpia di Malioboro ini sangatlah strategis karena berada di kawasan sumbu filosofi. Sehingga menjadi magnet besar yang selalu dikunjungi wisatawan. Toko pioner bakpia kukus pertama di DIY tersebut memudahkan wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh bakpia.

"Wisatawan bisa berwisata di Malioboro sekaligus membeli oleh-oleh bakpia yang memang banyak dicari dan digemari wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) khususnya Malaysia. Pelaku ekonomi kreatif seperti ini akan memberikan multiplier effect yang besar sehingga perekonomian segera pulih," tuturnya.

Menurut Fitri, wisatawan pasti membutuhkan oleh-oleh kuliner, utamanya bakpia seiring mulai bergairahnya kunjungan wisatawan dan meningkatnya okupansi hotel di DIY saat ini. Dengan demikian usaha oleh-oleh kuliner seperti bakpia dan yang lainnya akan ikut terdongkrak.

"Ada tiga unggulan oleh-oleh di DIY yaitu kriya, kuliner dan fashion yang melengkapi industri pariwisata. Semuanya berkembang dan akan otomatis menggerakan perekonomian dengan bangkitnya industri pariwisata di DIY," tandasnya.

Brand Manager Bakpia Tugu Jogja, Nurul Akbar menyatakan toko Bakpia Tugu Jogja ke-65 yang dibuka di DIY ini menjadi outlet terbesar pertama dengan fasilitas berbeda dilengkapi mini cafe dan berlokasi sangat strategis di Malioboro. Sebab target market yang dibidik memang mayoritas wisatawan.

"Kita tawarkan customer experience disini, jadi pendukung tidak sekedar berbelanja semata tetapi bisa menikmati suasana di Malioboro. Kita terus berinovasi dengan menghadirkan produk dan varian baru,"katanya.

Akbar menyebut pasar bisnis bakpia di DIY alias demand semakin meningkat apalagi pandemi mulai melandai. Total 22 mitra yang digandeng sangat antusias dengan banyaknya toko-toko baru yang dibuka. Bahkan, pihaknya melibatkan UMKM lokal dan terus menjajaki pengembangan usaha nantinya.

"Kawasan Malioboro dipilih karena merupakan ikon wisata kota Yogyakarta dan populer di kalangan wisatawan sehingga pecinta dan pencari bakpia akan lebih banyak di kawasan ini. Kami berharap dapat turut membantu memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Malioboro seperti sebelum pandemi," imbuh Owner Store Bakpia Kukus Tugu Jogja Malioboro Freddy Wijanarko. (Ira)

Kredit

Bagikan