Petani Sukoharjo Penuhi Stok Pangan Nasional

user
Tomi Sujatmiko 25 September 2022, 16:26 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Petani di Kabupaten Sukoharjo dihadapkan dengan serangan hama tikus, wereng dan burung pipit hingga menyebabkan tanaman padi rusak hingga tidak panen.

Pemberantasan hama dilakukan secara bersama antara petani dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan tekad menambah stok pangan nasional. Serangan hama mengganas mengingat petani melakukan pola tanam terus menerus tanpa henti sehingga menyebabkan tikus, wereng dan burung pipit mudah mendapatkan makan.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, Minggu (25/9) mengatakan, kondisi petani sekarang dihadapkan dilema. Disatu sisi dituntut untuk meningkatkan produktivitas panen sebagai upaya menambah stok pangan daerah dan nasional ditengah ancaman krisis pangan dunia, namun disisi lain petani juga dihadapkan masalah serangan hama yang membuat tanaman padi mengalami kerusakan bahkan petani merugi.

Tuntutan meningkatkan produktivitas panen membuat petani menambah jumlah pola tanam dari biasanya tiga menjadi empat kali. Hal ini seiring penerapan program IP400 dimana dalam satu tahun petani menerapkan pola empat kali tanam dan empat kali panen padi.

Pola tanam padi empat kali dalam satu tahun tanpa henti berisiko terhadap serangan hama. Hal ini terjadi karena di sawah selalu tersedia kebutuhan makan untuk hama seperti tikus. Karena itu petani dituntut selalu melakukan pemberantasan secara bersama untuk memaksimalkan mematikan hama.

"Disaat pola tanam tiga kali padi saja sudah banyak serangan hama tikus. Sekarang tambah empat kali padi setahun. Serangan hama terjadi baik tikus, wereng dan terakhir burung pipit merusak tanaman padi dengan berbagai tingkat kerusakan ringan, sedang dan parah," ujarnya.

Pengurus P3A Dam Colo Timur sering menerima keluhan anggota dimana petani mendapat serangan hama dan merusak tanaman padi. Hal ini langsung ditindaklanjuti dengan pemberantasan hama secara bersama melibatkan petani di hamparan sawah tersebut dan dibantu Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo.

"Ada laporan lahan di wilayah Pandeyan Grogol bahkan sampai tidak panen karena serangan hama tersebut. Tidak hanya tikus saja tapi juga diserang wereng dan burung pipit secara bersamaan. Hanya itu saja sedangkan sawah lainnya masih bisa panen tapi ada penurunan produksi," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan