Literasi Kenalkan Budaya ke Thailand dan Malaysia

user
Agusigit 26 September 2022, 11:47 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA, KRJOGJA.com - Aset-aset kebudayaan yang ada di Indonesia harus dipromosikan di negara-negara lain, termasuk negara tetangga sehingga dikenal. Oleh karena itu, kegiatan literasi budaya ini sangat penting untuk mengenalkan budaya kepada negara Malaysia dan Thailand.

"Apabila ada kemiripan, hal ini menunjukkan ada keterkaitan hubungan yang erat," kata Dr Gatot Sugiharto SH MH, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat membuka Bincang Budaya.

Kegiatan bertema Amongst The Kepek Cultute at Yogyakarta melalui zoom meeting menghadirkan pembicara Fatimo Ali, Suhainne Cheha, keduanya dari University Fatoni Thailand dan Santi Sartika (mahasiswa PBSI dan Program Penguatan Kapasitas/PPK Organisasi Kemahasiswaan/Ormawa Unit Kegaiatan Kegiatan Mahasiswa/UKM Pramuka UAD).

Vera Yuli Erviana MPd, dosen Pembimbing PPK - Ormawa UKM Pramuka UAD, Senin (26/09/2022) mengatakan, acara ini diikuti 190 orang ini bekerja sama dengan Universiti Mara Shah Alam, Malaysia dan University Fathoni Thailand membahas mengenai budaya yang ada di negara masing-masing. Disebutkan, Tim PPK Ormawa UKM Pramuka mengangkat budaya di Desa Kepek sebagai desa mitra. Acara ini sekaligus sebagai bentuk literasi budaya yang ingin diterapkan oleh tim
kepada khalayak umum. Desa Kepek merupakan salah satu desa di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul DIY.

"Desa tersebut memiliki potensi besar dalam bidang kebudayaan sampai tradisi yang beragam, serta dalam bidang pendidikan," ujarnya.

Dijelaskan, Desa Kepek merupakan salah satu desa binaan UAD yang memiliki banyak potensi salah satunya dalam bidang kebudayaan. Misalnya kesenian budaya seperti upacara adat Labuhan Laut Saptosari, Rasulan Bersih Desa, dan Rasulan Lebar Panen. Desa Kepek juga menjadi desa yang memiliki Organisasi tertua adalah Ketoprak Wareng, Slawatan,

Thek-thek, Reog, dan Organisasi 2 Lestari Budoyo. Oleh sebab itu, Desa Kepek terpilih menjadi desa budaya. Hal itu disebabkan dari potensi budaya di Desa Kepek yang sangat besar baik dari segi tradisi, religi, makanan dan lain-lain cukup beragam. Keunikan dan keberagaman itulah yang membuat pemerintah DIY melirik Desa Kepek untuk menjadi Desa
Budaya.

Dengan adanya kebudayaan di desa Kepek tersebut ditambah dengan masyarakat yang mendukung penuh kegiatan yang dapat memajukan desa maka Tim PPK Ormawa Pramuka merevitalisasi dan memperluas jaringan di lima titik di setiap Pedukuhan di Desa Kepek untuk mensukseskan Gerakan Literasi Nasional seperti Literasi Baca-tulis, Literasi Numerasi, Literasi Sains, Literasi Finansial, Literasi Digital, dan Literasi Budaya dan Kewarganegaraaan. Selain itu, diharapkan masyarakat mampu untuk mengikuti langkah pembangunan Desa Cerdas di Desa Kepek yang semakin dinamis untuk meningkatkan literasi baik bagi anak maupun masyarakat.

Sedangkan Santi Sartika mengatakan, PPK Ormawa sebagai suatu pengabdian di masyarakat dalam mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki oleh setiap mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk selanjutnya yang akan diterapkan di masyarakat. Adanya dasar literasi berupa perpustakaan dan pelestarian daerah tersebut maka Tim PPK Ormawa UKM Pramuka mendapat dukungan yang baik dari Desa Kepek untuk menambahkan fasilitas, pengajaran, dan juga arahan kepada desa Kepek mengenai literasi. (Jay)

Kredit

Bagikan