Perhatian! Jembatan Mojo Diperbaiki, Coba Jalur Alternatif Ini

user
Agusigit 26 September 2022, 12:15 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Volume kendaraan disejumlah jalur alternatif di wilayah Kecamatan Grogol, Polokarto dan Mojolaban mengalami peningkatan. Hal tersebut terjadi dampak dari penutupan Jembatan Mojo untuk dilakukan perbaikan. Petugas gabungan telah disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas. Masyarakat diarahkan melewati jalur alternatif yang sudah disiapkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sribuntoro, Senin (26/9) mengatakan, penutupan Jembatan Mojo yang menghubungkan antara Semanggi Kota Solo dengan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo resmi ditutup mulai 26 September 2022 selama diperkirakan 70 hari sampai 80 hari kedepan untuk dilakukan perbaikan. Proyek dikerjakan dan berdampak pada aktivitas masyarakat dimana tidak bisa menyeberang Sungai Bengawan Solo melalui jembatan namun harus menggunakan jalur alternatif.

Sebelum ditutup dan dilakukan perbaikan Jembatan Mojo, Dishub Sukoharjo bersama pihak terkait lainnya sudah melaksanakan sosialiasi ke masyarakat. Selain itu juga pemasangan rambu petunjuk arah. Hal itu dimaksudkan agar arus lalu lintas kendaraan lancar dan tidak ada yang tersesat nekat masuk ke jalur proyek.

"Penutupan Jembatan Mojo berdampak pada peningkatan volume kendaraan di wilayah Kecamatan Mojolaban, Polokarto dan Grogol. Arus lalu lintas di jalur alternatif padat seperti di Jalan Ciu tembus ke Jembatan Pranan Polokarto," ujarnya.

Peningkatan tersebut seperti pada kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi. Selain itu juga truk pengangkut barang dan mobil pickup dan boks.

Petugas gabungan telah bersiaga disejumlah titik untuk membantu melakukan pengaturan lalu lintas. Kendaraan diarahkan menuju ke jalur alternatif secara bergantian mengingat adanya peningkatan volume membuat jalan menjadi padat.

Pengaturan lalu lintas dilakukan petugas seperti di simpang empat telukan, Grogol, simpang tiga Jembatan Pranan, Polokarto, simpang tiga Pasar Bekonang, Mojolaban, gapura batas Kota Desa Grogol Kecamatan Grogol dengan Joyontakan Solo.

Untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan selama pengalihan juga telah dipasang rambu petunjuk arah. Masyarakat bisa melintas jalan sesuai petunjuk arah yang telah dipasang petugas.

"Dishub Sukoharjo dibantu Satlantas Polres Sukoharjo sudah melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan disejumlah titik padat. Masyarakat dialihkan melintasi jalur alternatif yang telah disiapkan," lanjutnya.

Toni menambahkan, dalam pengaturan lalu lintas tersebut petugas juga akan mengarahkan kendaraan sesuai dengan kelasnya. Kendaraan berukuran besar dan membawa muatan berat dilarang melintas jalur alternatif yang kondisi jalannya sempit atau kecil. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan dan dampak kerusakan.

"Jarak tempuh masyarakat dengan melintasi jalur alternatif memang menjadi lebih jauh atau panjang. Karena memang Jembatan Mojo sangat penting menghubungkan Mojolaban Sukoharjo dengan Semanggi Solo. Sementara ditutup untuk diperbaiki," lanjutnya.

Warga Gadingan Mojolaban Joko Waluyo mengatakan, terpaksa harus memutar arah menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan lama untuk menuju ke tempat kerjanya di Solo Baru, Grogol. Apabila sebelumnya berangkat dari rumah dan bisa melintasi Jembatan Mojo hanya butuh waktu tidak lebih dari 20 menit saja maka sekarang bisa lebih dari 45 menit. Jalur yang digunakan yakni berputar menuju Tegalmade, Mojolaban ke Pranan Polokarto dan baru masuk Telukan Grogol terakhir ke Solo Baru Grogol.

"Lewat Tegalmade tembus ke Pranan lebih dekat daripada harus menyeberang melewati jembatan sasak bambu ke Kampung Sewu Solo. Meski dekat tapi jalur alternatif itu tetap jauh dan harus berangkat lebih pagi lagi menuju ke tempat kerja di Solo Baru," ujarnya.

Joko Waluyo mengaku sangat terpengaruh dengan jarak tempuh jauh dan menambah biaya perjalanan ditengah naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena itu pihaknya berharap perbaikan Jembatan Mojo segera selesai.

"Ya mau bagaimana lagi harus memutar jalan jauh dan menambah pengeluaran untuk beli BBM ditengah naiknya harga. Kalau bisa Jembatan Mojo tidak ditutup total dan bisa dilewati separuh sisi jalan saja untuk sepeda motor," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan