Sri Kayun Jadi Tari Penyambutan Tamu di Kulonprogo

user
Ivan Aditya 26 September 2022, 23:11 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo Drs Tri Saktiyana menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tari Sri Kayun kepada Kepala Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Dra Niken Probo Laras MH di Auditorium Taman Budaya Kulonprogo (TBK) Kalurahan/ Kapanewon Pengasih, Senin (26/09/2022).

Tari Sri Kayun akan menjadi tari penyambutan bagi tamu yang hadir di kabupaten ini. Menurut Tri Saktiyana, kalau ingin menjadi tari rakyat, Sri Kayun bisa dibuat mudah agar cepat direplikasi.

"Kami akan senang hati kalau ada sanggar tari, kelompok masyarakat bahkan anak-anak yang mungkin belum persis seperti di SK bupati. Jadi mohon dimaklumi, dalam upaya pemasyarakatan Sri Kayun. Prinsipnya, ada dulu, kemudian diperbaiki dan selanjutnya disempurnakan," katanya.

Sementara Kepala Kundha Kabudayan setempat, Niken Probo Laras menjelaskan, sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo memiliki potensi alam dan budaya adiluhung. Daerah yang mewarisi peradaban Mataram Islam dan penerusnya yaitu Kesultanan Yogyakarta serta Kadipaten Pakualaman ini menjadi wilayah kabupaten yang memiliki kekayaan objek-objek kebudayaan baik tingkat lokal maupun tingkat nasional.

Setelah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) beroperasi maka Kulonprogo menjadi gerbang utama tingkat regional, nasional dan internasional bagi DIY. Sehingga kondisi tersebut menggugah berbagai usaha untuk memberikan sentuhan budaya pada penyambutan tamu-tamu yang berdatangan di DIY. Bupati Kulonprogo saat itu, Drs Sutedjo memberikan gagasan untuk membuat sebuah tarian resmi yang dikhususkan penyambutan tamu-tamu yang datang ke Kulonprogo khususnya dan DIY pada umumnya. "Usaha tersebut bagian dari kinerja Pemkab Kulonprogo yang sangat peduli terhadap berbagai dinamika yang terjadi di wilayah kita," ungkap Niken usai menerima SK.

Selanjutnya, pada Maret 2022 Bupati Kulonprogo berdiskusi dengan Kundha Kabudayaan untuk membuat sebuah karya seni tari penyambutan tamu. Dengan kerja yang cepat segera terbentuk sebuah tari penyambutan yang dibuat untuk memperlihatkan kekhasan dari Kabupaten Kulonprogo.

"Tari tersebut kami beri nama Sri Kayun yang dari nama dan gerakannya mampu menarasikan keindahan, keramahan dan berbagai pesona tentang potensi alam serta budaya di Kabupaten Kulonprogo. Harapan ke depan, mudah-mudahan tari Sri Kayun juga dapat digunakan untuk penyambutan tamu diberbagai kesempatan, agar tari Sri Kayun betul-betul menjadi milik warga masyarakat Kulonprogo seutuhnya," jelasnya. (Rul)

Kredit

Bagikan