Pariwisata DIY Pulih 75-85 Persen

user
Ivan Aditya 26 September 2022, 23:32 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Kebangkitan pariwisata DIY saat ini terasa dengan banyak bermunculan destinasi wisata baru. Maka dalam rangkaian World Tourism Day (WTD) 2022 dengan tema 'Regenerative Tourism' akan digelar Jogja Tourism Day (JTD) 2022, Selasa (27/09/2022) dari pagi hingga selesi di Desa Ekowisata Pancoh, Turi, Sleman.

"Pariwisata di DIY kini sudah kembali bergairah dengan pranatan anyar. Secara overall kondisinya sudah 75-85 persen dibanding 2019 saat sebelum pandemi. Bahkan munculnya banyak desa wisata dan destinasi wisata baru turut mendongkrak kebangkitan pariwisata," ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, Senin (26/09/2022).

Didampingi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto, Singgih menyatakan pandemi kemarin justru menumbuhkan aktivitas yang kreativitas dengan inovasi-inovasi baru padiwisata. "Munculnya sport tourism juga pengenalan pariwisata lewat internet marak. Saat ini penerbangan juga mulai ramai, meski masih didominasi wisatawan domestik tapi Triwulan 3 ini sudah masuk group-group wisatawan mancanegara," ujarnya.

Masa pandemi menjadikam pelajaran bagaimana Yogya menjadi destinasi wisata yang bertanggungjawab untuk keberlangsungn pariwisata ke depannya. "Potensi pariwisata DIY ke depan dengan gelaran Asian Tourism Forum (ATF) pada Februari 2023. Yogya bisa jadi pintu gerbang pariwisata Indonesia yang terkoneksi dengan baik, akan banyak MICE, bilateral meeting yang dilakukan di Yogya," jelas GKR Bendara menambahkan.

Lebih lanjut Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setya Aji, meyebutkan JTD 2022 dengan rangkaian kegiatan penanaman pohon, penyebaran benih ikan dan pelepasan burung. Kemudian ada sharing session seputar Regenerative Tourism. JTD 2022 mengingatkan para pelaku pariwisata dan masyarakat DIY akan pentingnya mengubah pendekatan kepariwisataan menjadi lebih memikirkan keberlanjutan dan regenerasi serta merangkul semua kalangan (inklusifitas).

"Dengan regenerative tourism, perjalanan dan kegiatan wisata dilakukan dengan pendekatan berkelanjutan (sustainable). Sehingga kondisi Jogja Istimewa menjadi lebih baik dengan kedatangan wisatawan bukan sebaliknya,“ tegas Bobby.

Sharing session menghadirkan narasumber Maharani Hapsari (dosen Fisipol UGM), Edwin Hendra Kusuma (pengurus GIPI DIY/Asita) dan Erwan Widyarto (pengelola Eduwisata Griya Sapu Lidi). Acara ini dipandu oleh Sudiyanto (Asita DIY). "Kegiatan Jogja Tourism Day juga bisa diikuti secara daring (online) melalui akun Youtube Visiting Jogja," jelasnya. (Vin)

Kredit

Bagikan