Teknologi Eko-Efisiensi Wujudkan Mandiri Energi UKM Tahu di Margoagung

user
Agusigit 27 September 2022, 14:11 WIB
untitled

 
SLEMAN - IST AKPRIND sebagai institut pengembangan sains dan teknologi telah mengembangkan dan melakukan beberapa kegiatan kemandirian energi bagi UKM. Bekerjasama dengan UKM-UKM industri tahu di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, IST AKPRIND mendorong terbentuknya kemandirian energi bagi industri kecil tahu dengan melakukan penerapan teknologi eko-efisiensi. Salah satu teknologi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan limbah cair industri tahu dan kotoran ternak sapi yang banyak dihasilkan oleh UKM-UKM industri tahu.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang diberikan kepada tim IST AKPRIND dalam kategori Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional di tahun 2022 ini.
 
“Pada umumnya UKM industri tahu hanya memanfaatkan limbah padat (ampas) sebagai pakan ternak sapi dan membuang limbah cairnya”, seperti diungkapkan ketua tim Program Kemitraan Masyarakat Ellyawan Arbintarso PhD disela-sela pembuatan digester biogas di UKM Industri Tahu di Kalurahan Margoagung. Ellyawan Arbintarso PhD juga mengungkapkan pengrajin industri tahu di Kalurahan Margoagung sebagian besar juga peternak sapi, sehingga pemanfaatan limbah cair tahu dan kotoran sapi sebagai bahan baku digester biogas sangatlah sesuai, tanpa perlu menambahkan unsur lainnya.
 
Hal senada  diungkapkan Dr Dra Suparni Setyowati Rahayu MSi selaku anggota tim Program Kemitraan Masyarakat, 
 
“Limbah organik yang dihasilkan industri tahu dan ternak sapi tidak akan terbuang sia-sia, dengan adanya biogas produk dari digester ini dapat mencukupi dan menghemat penggunaan gas/elpiji, selain hal tersebut lingkungan industri menjadi lebih sehat, hasil produksi tahu tidak khawatir akan tercemar dengan limbah, sehingga bisa terciptalah mekanisme produksi bersih” ujar Dr S. Setyowati Rahayu.
 
Anggota tim lainnya Maria Regina Nansi SSi MBA menyampaikan para UKM juga diberi pelatihan e-commerce. Lewat e-commerce UKM diharapkan mampu melakukan perdagangan yang berbasis internet atau on-line sebagai upaya memperluas pemasaran produk.
 
Kepala LPPM IST AKPRIND, Prof Dr Ir Sudarsono MT mengapresiasi kinerja tim Program Kemitraan Masyarakat dan mendukung kegiatan tersebut,
 
 “Hal ini telah sejalan dengan peta jalan pengabdian IST AKPRIND, dimana sudah seharusnya UKM-UKM tersebut mandiri energi, salah satunya dengan mengunakan energi dari pengolahan limbah yang dihasilkan” ujarnya.
 
Ketua kelompok industri tahu Sehat Khale Kalurahan Margoagung, Tri Eko Santoso, menyampaikan pihaknya telah menerima bantuan pembuatan digester biogas dari tim Program Kemitraan Masyarakat IST AKPRIND di tahun 2022 ini. 
 
“Kita menerima digester dengan kapasitas 12 m3 dan lima titik kompor biogas bagi anggota, harapannya jika limbah tahu dan kotoran ternak anggota dapat dikumpulkan bersama maka akan dapat dikembangkan menjadi 15 titik” katanya.**

Kredit

Bagikan