DIY Peringkat Kedua Penyintas Stroke di Indonesia, Pencegahan Harus Dikedepankan

user
Ivan Aditya 27 September 2022, 18:11 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menggelar Jambore Stroke Indonesia, 29-30 September 2022 di Yogyakarta. Berbagai kegiatan dilakukan untuk memberikan edukasi lebih tentang stroke dan berbagai hal di seputarnya.

Dr Tugas Ratmono, Wasekjen sekaligus Ketua Panitia Pusat Jambore Stroke Indonesia mengatakan kegiatan dua hari di Yogyakarta dilakukan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap stroke. Secara khusus, Jambore Stroke Indonesia ingin menciptakan ekosistem pencegahan hingga paska stroke.

“Arah kami adalah bagaimana ikut serta meningkatkan kepedulian dan kesadaran, promotif dan preventif pencegahan stroke dan penanganan stroke secara awal agar ditangani di rumah sakit. Bagaimana setelah dirawat, menjadi insan paska stroke,” ungkapnya pada wartawan, Selasa (27/09/2022).

Dr Adre Mayza, Sekjen Yastroki, menambahkan pada momen hari stroke dunia tahun ini pihaknya mencanangkan peran semesta melawan stroke. Saat ini menurut dia, banyak anak muda banyak yang sudah terserang stroke.

“Ini kami ingin menanamkan awarness bagi semua masyarakat. Selama dua hari akan ada acara di Inna Garuda, kami ajak penyintas stroke pada 29 September nanti meninjau ke embung Tambakboyo. Menjemput Mimpi di Embung yang Happy. Di situ kita bisa berdialog dengan alam dan manusia. Minggu 30 September kami ke Malioboro, di depan DPRD DIY ada kegiatan senam massal Bio Energy Power berkolaborasi dengan Flashmob. Lalu ada kirab budaya, Peran Semesta Melawan Stroke,” sambungnya.

DIY dipilih sebagai lokasi jambore karena melihat tren peningkatan penyintas stroke yang signifikan. Apalagi, data yang dimiliki Yastroki menyebut bahwa DIY berada di peringkat kedua nasional di bawah Kalimantan Timur.

“Dari Jogja harapannya bergaung di seluruh Indonesia. Kami ingin menyampaikan agar masyarakat jangan sampai stroke. Di DIY ini peringkat kedua nasional setelah Kaltim, di bawah DIY ada Sulawesi Utara. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama. Jambore ini dimaksudkan untuk bagaimana ikut serta meningkatkan kepedulian dan kesadaran, promotif dan preventif pencegahan stroke dan penanganan stroke,” ungkapnya lagi.

Yastroki juga menggagas aplikasi untuk memudahkan penanganan stroke pada masyarakat. Meski begitu perlu ekosistem bersama untuk menangani persoalan stroke di Indonesia.

“Komprehensif dilakukan penanganan dari hulu ke hilir, stroke bisa dicegah, diobati dan dipulihkan. Inilah yang kami rekomendasikan ke pemerintah. Ini harus dilakukan secara semesta, semua pihak berkolaborasi, berintegrasi. Kami coba lakukan dengan memanfaatkan teknologi, dalam semua tahapan itu,” pungkasnya. (Fxh)

Kredit

Bagikan