AQUA Klaten Terima Anugerah Prakarsa Inklusi

user
Ary B Prass 28 September 2022, 15:07 WIB
untitled

Krjogja.com - KLATEN - PT Tirta Investama (AQUA Klaten) menerima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND RI) Dante Rigmalia. Anugerah diberikan atas dukungan perusahaan pada Gerakan Indonesia Inklusif dan ramah disabilitas, bertempat di Balai Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (27/9/2022).

Pada kesempatan tersebut, Ketua KND RI sekaligus mencanangkan tiga Desa Inklusi yang Ramah & Peduli Disabilitas. Yakni Desa Kranggan, Desa Janti dan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Klaten, Yoenanto Sinung Noegroho mengemukakan, di Kecamatan Polanharjo terdapat 417 jiwa disabilitas, dan secara total di Kabupaten Klaten tercatat 11.661 jiwa disabilitas.

“Mereka dikategorikan dalam 4 kelompok, yaitu disabilitas fisik, intelektual, mental dan sensorik. Mereka semua perlu mendapat perhatian bersama. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, perlu dukungan dari semua pihak untuk memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita tersebut”, Kata Sinung.

Ketua KND RI, Dante Rigmalia mengatakan, tantangan terbesar adalah, masih ada stigma di keluarga sendiri yang menghambat disabilitas untuk berkembang.

“Saya multidisabilitas, tetapi saya merasa beruntung, keluarga saya bisa memahami saya dan memberikan kesempatan untuk berkembang. Berangkat dari dukungan dan perhatian keluarga, disabilitas bisa dikenali potensinya dan berkembang. Memiliki anak atau anggota keluarga difabel jangan dikonotasikan negatif. Inklusi center yang tumbuh dari level desa dan kecamatan ini adalah praktik baik. Kita harus gaungkan kebaikan ini”, kata Dante.

Pada kesempatan yang sama, Plant Director AQUA Klaten I Ketut Muwaranata mengatakan, AQUA Klaten sejak 2016 telah mendampingi Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK). ICKK menaungi 120 disabilitas, 40 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pemberdayaan ekonomi untuk 15 Kepala Keluarga, masyarakat dan relawan di Karanganom. Selain memfasilitasi inklusi center, juga membentuk kelembagaan yang mengelola Inklusi Center secara lebih baik.

Praktik baik dari Karang Anom ini yang kemudian diduplikasi pada kelembagaan Difa Tangguh Polan Mandiri yang bergerak aktif di Kecamatan Polanharjo. Saat ini tercatat terdapat 25 relawan aktif, didukung 4 terapis profesional dan 7 fasilitator, pelatihan terus dilakukan untuk mengembangkan sumberdaya tersebut. (Sit)

Kredit

Bagikan