Hama Wereng Mudah Dicegah dengan Pestisida Organik dan Pemodelan Matematika 'Maple'

user
Ary B Prass 28 September 2022, 15:47 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Petani di Panjangrejo, Pundong, Bantul mengeluhkan hama wereng yang menyerang tanaman padi mereka, mengakibatkan kualitas dan kuantitas produksi menurun. Dari kondisi ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta melaksanakan penyuluhan untuk pencegahan hama wereng pada kelompok tani di Desa Panjangrejo, pada 10-11 September 2022.

Tim diketuai oleh Irham Taufiq MSc (Dosen Pendidikan Matematika FKIP UST) dengan anggota Laily Rochmawati Listiyani (Dosen Pendidikan IPA FKIP UST) dan Ir Djoko Heru Pamungkas MP (Dosen Fakultas Pertanian UST). Kegiatan ini dibantu dua orang mahasiswa yaitu Muhamad Fajar Sidik (Prodi Pendidikan Matematika FKIP UST) dan Oktavia Erlina Putri (Prodi Pendidikan IPA FKIP UST).

Pengabdian kepada masyarakat ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Tahun Anggaran 2022 dan didukung Lembaga Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UST.

Laily Rochmawati Listiyani menyampaikan, hama wereng dapat dicegah dengan mudah, salah satunya dengan memanfaatkan pestisida organik yang ramah lingkungan. Pestisida organik dapat dibuat dengan mudah dan murah oleh para petani dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar.

Menurut Laily, berbagai pestisida alami dapat dibuat berbahan dasar tembakau, daun papaya, sereh, bawang putih dan lidah buaya. "Petani diharapkan secara rutin membuat pestisida alami dan mengaplikasikan pada tanaman padi di waktu yang tepat yaitu sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam. Selanjutnya, memantau keberadaaan hama wereng secara berkala," kata Laily kepada Krjogja.com, Selasa (27/9/2022).

Irham Taufiq mengatakan, pencegahan serangan wereng pada tanaman padi juga dapat dilakukan dengan memprediksi populasi wereng yang menyerang tanaman padi dengan menggunakan pemodelan matematika berbasis program Maple. Software Maple memberikan simulasi perbandingan pemangsa tanaman dengan kenaikan atau pemasukan konsentrasi racun pada lingkungan.

"Dengan program aplikasi tersebut memberikan inovasi integrasi teknologi dalam pertanian, memberikan solusi preventif dalam mengatasi serangan hama wereng karena keberadaan hama dapat diprediksi lebih awal, sehingga dapat segera dikendalikan," ujarnya.

Kendala yang dijumpai yaitu, petani sulit mengoperasikan komputer dan laptop untuk menjalankan aplikasi tersebut. Sehingga perlu kerja sama antara kelompok tani dengan petugas penyuluh lapangan dalam pelaksanaan dan monitoring agar software maple efektif digunakan. (Dev)

Kredit

Bagikan