Kabur 7 Tahun,  Buron Kejati Maluku Utara Ditangkap di Purwokerto

user
Ary B Prass 28 September 2022, 16:07 WIB
untitled

 
PURWOKERTO - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Jawa Tengah, menangkap Djf (46) yang menjadi buron atau Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Maluku Utara di salah satu hotel di Purwokerto.
 
Kepala Kejari (Kajari) Purwokerto Sunarwan SHM MHum, Rabu (28/9/2022) menjelaskan Djf merupakan tersangka dalam kasus pemalsuan surat dan kekerasan rumah tangga. Tersangka Djf dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, dan pasal 49 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan rumah tangga.
 
Djf kabur dari tahan Pengadilan Negeri (PN) Soasio, Maluku Utara pada 26 November 2015 atau tujuh tahun lalu. Saat itu tersangka Djf baru disidang dalam agenda pembacaan dakwaan di PN Soasio.
 
Kemudian saat istirahat untuk makan  tersangka dimasukan ke ruang tahanan. "Dalam waktu bersamaan petugas memasukan tersangka lain ke tahanan, kesempatan itu dimanfaatkan tersangka Djf dengan membuka rompi tahanan dan kabur hingga sekarang," kata Sunarwan.
 
Saat itu petugas sempat melakukan pengejaran, hingga masuk gang sempit, namun tidak ketangkap hingga sekarang.
 
Tim Kejari Purwokerto yang sebelumnya menerima daftar buron atau DPO, mendapat informasi tersangka Djf ada di Purwokerto untuk menemui seorang wanita asal Purwokerto.
 
Setelah melakukan penyelidikan dan memastikan tersangka Djf berada di salah satu kamar hotel pada Senin (26/9/2022) malam tim Kejari melakukan penangkapan.
 
Penangkapan Djf setelah Tim Kejari Purwokerto berkordinasi dengan Kejati Maluku Utara dengan mengeluarkan surat penangkapan dan pengawalan dan langsung melakukan penangkapan Djf.
 
Selanjutnya  tersangka Djf kemudian dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Banyumas.
 
Untuk proses hukum lebih lanjut, tersangka Djf,  pada Rabu (28/9/2022) diserahkan ke Tim Kejati Maluku Utara. (Dri)
 

Kredit

Bagikan