Kasus Kredit Macet Bank Jogja, Kejati DIY Sita Aset Tersangka Rp 18,9 M

user
Agusigit 28 September 2022, 16:45 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA, Berkas perkara Tindak Pidana Korupsi (TPK) Dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penyaluran kredit pegawai Oleh PD BPR Bank Jogja Kepada Karyawan PT Indonusa Telemedia (Transvision) Cabang Yogyakarta Tahun 2019 Dan 2020, TS dan AK sudah dinyatakan lengkap (P21). Selanjutnya, Rabu (28/9) dilakukan tahap II yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari tim penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam perkara ini, penyidik Kejati DIY berhasil menyita aset milik tersangka TS senilai Rp 18,9 miliar.

Kajati DIY Katharina Endang Sarwestri SH MH didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Sri Kuncoro SH MH dan Kajari Yogya Gatot Guno Sembodo SH MH mengungkapkan, berkas perkara kedua tersangka telah dinyatakan P21 oleh Jaksa Peneliti pada 27 September 2022. Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 dan 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Selain UU Tipikor, tersangka juga dikenakan Pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kedua sejak awal hingga tahap II sudah dilakukan penahanan,” ungkapnya.

Dikatakan, penyimpangan penyaluran kredit Pegawai Oleh PD BPR Bank Jogja Kepada Karyawan PT Indonusa Telemedia (Transvision) Cabang Yogyakarta terjadi pada Tahun 2019 dan 2020. Modus TS, AK dan saksi-saksi lain berbagi tugas baik sebagai Branch Manager, HRD, Bendahara dan seolah-oleh berwenang menjalin kerjasama dengan PD. BPR Bank Jogja.

“Kemudian mengajukan kredit pegawai fiktif seolah-olah merupakan pegawai PT Indonusa Telemedia (Transvision) Cabang Yogyakarta dengan membuatkan SK Pegawai Palsu dan Payroll Gaji palsu kurang lebih 162 orang. , Kemudian kredit macet dan merugikan keuangan negara sebesar Rp.27.443.684.043,” terangnya.

Aliran dana Kredit Macet diduga mengalir ke tersangka TS, AK. Selanjutnya uang tersebut digunakan binis yang dikelola tersangka TS. Tim penyidik berhasil menyita barang bukti sejumlah 685 yang terdiri dari dokumen, uang tunai,  tanah dan bangunan, apartemen dan condotel.

“Dari total kerugian sebesar Rp 27,4 miliar, kami telah berhasil menyita aset milik tersangka TS sekitar Rp 18,9 miliar,” ujarnya.
Aspidsus Sri Kuncoro menambahkan, kedua tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari persidangan dari 5 tersangka yang terdahulu. Tidak menutup kemungkinan, nanti masih ada pengembangan perkara kredit macet Bank Jogja.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap SN yang saat ini berada dalam tahanan di Magelang dalam kasus kredit macet. Peran SN ini mencari orang yang seolah-olah menjadi karyawan Transvision. Untuk lainnya nanti kami nunggu hasil pengembangan di persidangan,” tambah Kuncoro. (Sni)

Kredit

Bagikan