Tunggakan Iuran Rp 79 M, BPJS Kesehatan Luncurkan Rehab

user
Tomi Sujatmiko 28 September 2022, 20:07 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Sebanyak 49.881 Kepala Keluarga (KK) atau 99.675 peserta BPJS Kesehatan kelas Pekerja Bukan Penerima Upah (BPBU) atau mandiri di lingkungan kerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman dan Kulon Progo nunggak iuran.

Dari jumlah tersebut, total tunggakannya mencapai Rp 79,317 miliar. Tunggakan itu didominasi peserta di kelas 3, yakni Rp 32,514 miliar, kelas 1 Rp 25,677 miliar dan kelas 2 Rp 21,178 miliar. Untuk bulan tunggakan, 40 persennya nunggak selama 24 bulan atau 19.825 KK. Terkait hal itu, BPJS Kesehatan meluncurkan program Rehab atau rencana pembayaran iuran bertahap.

"Program ini dimaksudkan untuk memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta segmen BPBU dan BP yang memiliki tunggakan iuran. Mereka dapat melakukan pembayaran iuran secara bertahap," kata Kepala BPJS Cabang Sleman M Idar Aries Munandar dalam media gathering di Sleman, Rabu (28/9).

Nandar menjelaskan, peserta yang ingin mengikuti program ini adalah mereka yang memiliki tunggakan lebih dari tiga bulan (4-24 bulan). Mereka harus mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN ataupun care center untuk nantinya dibuatkan simulasi program. Nantinya tagihan iuran yang akan dibayar otomatis berubah sesuai dengan besaran simulasi. Kepesertaan akan aktif kembali jika seluruh tunggakan dan iuran bulan berjalan telah selesai dibayarkan oleh peserta.

Program ini menurut Angga Dwi Ananda selaku staf penagihan skemanya berbeda dengan program relaksasi. Relaksasi diatur dalam Perpres dan jangka waktunya terbatas. Pendaftaran hanya sampai akhir Desember 2020 dan pembayaran dicicil hingga akhir Desember 2021.

"Untuk program relaksasi, begitu membayar tunggakan 6 bulan maka status kepesertaannya langsung aktif. Meskipun masih ada tunggakan. Sedangkan program rehap, baru aktif setelah semuanya selesai dibayarkan oleh peserta," ungkapnya.

Hingga 20 September sudah ada peserta yang mengajukan program Rehab. Angka yang sudah dibayarkan Rp 592 juta dan sisa tunggakannya Rp 1, 072 miliar. "Bagi peserta yang tunggakannya diatas 24 bulan tetap dapat mengikuti program ini. Dengan angka tagihannya tetap 24 bulan," jelasnya.

Dari dua wilayah BPJS Kesehatan Sleman, yakni Kabupaten Sleman dan Kulonprogo. Keduanya telah menerima sertifikat UHC atau Universal Health Coverage. karena penduduknya telah terdaftar program JKN di atas 95 persen. Dari 1.089.365 jiwa jumlah penduduk di Kabupaten Sleman, 96,21 persen atau 1.048.056 jiwa telah terdaftar program JKN. Sedangkan di Kabupaten Kulon Progo, dari 443.361 jumlah penduduk, 423.069 atau 95,42 persen telah menjadi peserta JKN. (Awh)

Kredit

Bagikan