Murid SD dan SMP Dikenalkan Kekayaan Intelektual

user
Tomi Sujatmiko 29 September 2022, 06:06 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna H Laoly mengenalkan kekayaan intelektual (KI) kepada 5.000 siswa-siswi SD dan SMP secara hybrid dan disiarkan serentak di seluruh Indonesia melalui aplikasi Zoom, Rabu (28/9).

Dari wilayah Kakanwil Kemenkumham DIY sebanyak 125 siswa SMP mengikuti langsung via zoom di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center Yogyakarta.

"Melalui program Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Mengajar pemahaman dasar mengenai KI di DIY diberikan pada ratusan siswa dari lima SMP di DIY, yaitu SMP Negeri 1 Yogya, SMP Negeri 5 Yogya , SMP Negeri 8 Yogya, SMP Global Islamic School, dan SMP Kesatuan Bangsa," tutur Kakanwil Kemenkumham DIY Imam Jauhari kepada KRJOGJA.com usai mengikuti zoom bersama siswa.

Selain mendapatkan edukasi dari Guru Kekayaan Intelektual (RuKI) Kanwil Kemenkumham DIY, para siswa juga mengikuti pengajaran langsung dari Menkumham RI Yasonna H Laoly dan berdialog langsung via zoom. "Dari siaran langsung kita melihat para siswa sudah mengetahui dan mengenal KI terbukti bisa menjawab pertanyaan dari Menkumham dengan baik," ungkap Imam.

Sementara dalam siaran langsung di zoom Yasonna menyebutkan jenis-jenis kekayaan intelektual yang dapat dilindungi, seperti hak cipta, merek, paten, dan desain industri. "KI harus dilindungi agar tidak dicuri, dijiplak, atau dibajak oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Dengan KI yang terdaftar juga bisa mendapatkan royalti," tegas Yasonna mengajak para siswa menghargai hasil karya orang lain dengan tidak meniru atau menyontek karya orang lain.

Menurut Yasonna anak-anak mulai dari kecil untuk menggunakan kemampuan akalnya untuk berkreasi dan berinovasi. "Kemampuan kita berpikir melampaui jauh sekali. Membuat inovasi itu sangat menghasilkan secara finansial sampai miliaran rupiah. Maka teruslah berkreasi, berinovasi," lanjutnya.

Sedangkan Plt Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu menambahkan bahwa semangat terselenggaranya DJKI Mengajar berangkat dari pemahaman bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan membina dan mengembangkan minat serta bakat siswanya yang berkaitan erat dengan terciptanya suatu inovasi.

"Melalui program DJKI Mengajar ini, semoga dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya pelindungan KI serta meningkatkan semangat pelajar dalam berinovasi dan berkarya dengan menjunjung tinggi originalitas," jelas Razilu. (Vin)

Kredit

Bagikan