Zulhas : Pabrik Rokok Representasi Padat Karya

user
Tomi Sujatmiko 28 September 2022, 20:47 WIB
untitled

Krjogja.com - KUDUS - Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan memberikan dukungan terhadap keberadaan perusahaan rokok di tanah air. Bahkan, perusahaan butuh perlindungan dari pemerintah pusat agar mampu terus tumbuh dan berkembang.

Apabila perusahaan rokok sehat, pemerintah juga diuntungkan mendapatkan pajak yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Terlebih selama ini perusahaan rokok merupakan representasi dari padat karya. Dari perusahaan yang membuat rokok, akan ada suplai tembakau dari petani dan dalam produksinya menyerap banyak tenaga pekerja.

Demikian diungkapkan Zulhas- panggilan Zulkifli Hasan, saat kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kabupaten Kudus, Rabu (28/9). Kedatangan di Kota Kretek untuk mengunjungi dua perusahaan rokok besar, yakni PT Djarum dan PT Sukun Wartono Indonesia, serta melihat dan memantau perkembangan industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Zulhas berkesempatan menemui para pelaku industri dan para pedagang dalam kegiatan pameran UMKM yang diselenggarakan Nadheera Luxury, di Desa Purwosari Kecamatan Kota Kudus.

Diawali dengan kunjungan ke perusahaan PT Djarum di gudang produksi (brak) Desa Karangbener Kecamatan Bae, Kudus, Zulhas melihat langsung tempat produksi Sigaret Rokok Tangan (SKT) sambil menyapa para buruh rokok yang sedang bekerja. Kemudian dilanjutkan sesi dialog bersama pimpinan PT Djarum serta perwakilan petani tembakau dari Madura.

Pihaknya ingin agar para petani tidak merasa dirugikan ketika menjual tembakaunya ke perusahaan rokok. Harapannya, petani bisa makmur dan pabrik rokok juga maju, sama-sama untung dan semuanya senang.

"Di PT Djarum ini ada sekitar 60 ribu karyawan yang bekerja dan menghidupi keluarganya, sehingga kami perlu memberikan dukungan," ungkapnya, didampingi Public Affairs Senior Manager PT Djarum Purwono Nugroho, dan Senior Manager Tobacco Purchasing PT Djarum Iskandar.

Hal senada disampaikan saat mengunjungi PT Sukun Wartono Indonesia. Perusahaan rokok yang berpusat di Desa Gondosari Kecamatan Gebog Kudus itu juga memiliki puluhan ribu karyawan. Hal itu tentu sangat membantu pemerintah dalam men-stabilkan perekonomian negara. "Jadi kunker ini sengaja mengunjungi tempat industri. Kalau ada kendala atau apa yang diperlukan, kami bisa tahu. Apalagi Sukun jadi andalan produk kita. Padat karya, menyerap banyak tenaga," katanya.

Zulhas sangat mengapresiasi keberadaan sejumlah perusahaan rokok yang tersebar di Kabupaten Kudus. Perusahaan yang ada dinilai mampu menyerap banyak hasil tembakau dan cengkeh hasil petani lokal. Perusahaan bisa terus maju tanpa harus impor, mampu mendatanfkan untung banyak sehingga pajak bisa diterima oleh pemerintah pusat.

Setelah kunjungan dari dua perusahaan rokok besar, rombongan menteri menuju ke tempat pameran UMKM yang digelar Nadheera Luxury. Produk yang dipamerkan antara lain berbagai hasil kerajinan batik tulis, bordir dan hijab. (Trq/Ags)

Kredit

Bagikan