4 Desa Jadi Percontohan Penanganan Anak Tidak Sekolah

user
Tomi Sujatmiko 29 September 2022, 14:40 WIB
untitled

Krjogja.com - MAGELANG - UNICEF telah melaksanakan program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di empat desa percontohan yang ada di Kabupaten Magelang. Program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan agar ATS bisa bersekolah kembali dan mendapatkan pendidikan dengan baik.

Penanggung Jawab Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Magelang pada Bappeda dan Litbang Kabupaten Magelang, Basuki Rochmad menjelaskan program penanganan ATS ini diluncurkan oleh UNICEF. Sementara Kabupaten Magelang sendiri sebagai replikasi penanganan ATS yang dipusatkan di empat desa antara lain, Desa Sambeng, Kembanglimus (Borobudur), Desa Kalisalak (Salaman) dan Desa Banyusidi (Pakis).

"Empat desa itu sebagai percontohan yang nantinya akan menjadi contoh di seluruh desa di Kabupaten Magelang," jelas, Basuki.

Lanjut Basuki, peran Pemerintah Kabupaten Magelang dalam hal ini adalah sebagai user dalam program UNICEF (Penanganan ATS) yaitu sharing dana, baik dana dari UNICEF, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa.

Beberapa hari yang lalu Bappeda dan Litbang telah melakukan pendataan di empat desa tersebut. Di Desa Sambeng ditemukan sebanyak 6 ATS, Desa Kembanglimus ditemukan 7 ATS, Desa Kalisalak ditemukan 6 ATS dan di Desa Banyusidi ditemukan 7 ATS.

"Ini masih sampel, pendataan ini masih belum selesai. Tentunya kalau kita teruskan masih ada beberapa ATS lainnya. Harapannya di tahun 2023 dan seterusnya kita akan replikasi sekuat atau semampu dengan anggaran APBD dan APBDes, dengan harapan sampai selesai," ujarnya.

Sementara untuk ATS ini, Basuki mengatakan ada beberapa macam faktornya seperti ada yang lulus dan tidak melanjutkan, ada yang putus sekolah, tidak mampu secara ekonomi, dan faktor yang lainnya.

"Ada yang SD tidak lulus, ada yang lulus SD tidak melanjutkan ke SMP, ada yang putus sekolah di SMP," bebernya.

Pada kesempatan kali ini Bappeda dan Litbang Kabupaten Magelang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga menyerahkan salah satu ATS, Putra untuk bisa bersekolah kembali di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Nida UL Hasanah menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memiliki peran yang sangat besar untuk membantu ATS bisa menuntut ilmu kembali.

"Harapan kami, Putra (salah satu ATS) bisa bersekolah sampai selesai dan memiliki keahlian sehingga bisa sukses," kata Nida.

Untuk diketahui, Putra sendiri nantinya akan mengambil pendidikan di jurusan teknik body otomotif di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur. (Bag)

Kredit

Bagikan