Gus Muhaimin Ajak Seluruh Masyarakat Ikut Andil Ciptakan Pemilu Berkualitas

user
Danar W 29 September 2022, 20:20 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Demokrasi Indonesia merupakan salah satu modal bangsa untuk membangun sistem yang bermanfaat untuk keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Beberapa ancaman yang saat ini dihadapi oleh demokrasi Indonesia adalah kurangnya kesadaran dan kedewasaan politik rakyat serta kurangnya pelaksanaan demokrasi secara substansial.

Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar dalam Fisipol Leadership Forum Seri #2 di Auditorium Fisipol UGM Yogyakarta, Rabu (28/9/2022). Topik utamanya 'Road to 2024, Membedah Pemikiran Muhaimin Iskandar dalam Buku Visioning Indonesia'.

Menurut politisi yang akrab disapa Gus Muhaimin ini, Pemilu harus menjadi agenda bersama, tak hanya penyelenggara namun juga partai politik, akademisi, dan masyarakat sipil secara umum dengan tujuan tercapainya Pemilu yang berkualitas. Menurutnya, perdebatan dan perbedaan pandangan tak menjadi masalah, asal tetap pada substansi.

"Kita harus mengisi Pemilu 2024 dengan politik yang lebih berkualitas, tidak mengulang politik lima tahun yang lalu di mana konflik kompetisi menjadi perpecahan yang sangat mengkhawatirkan. Dengan kita mengisi pencerahan politik dan kesadaran politik, insyaallah berdebat, bersitegang tidak masalah, asal memiliki isi yang tepat dan substansi yang memadai," katanya.

Gus Muhaimin menyatakan, bahwa Fisipol Leadership Forum adalah sarana baginya dan seluruh elemen bangsa untuk berfikir, mengisi dan mewarnai perjalanan bangsa, termasuk mewarnai politik nasional yang sebentar lagi akan memasuki masa penting Pemilu.

Rektor UGM Prof Ova Emilia menilai Fisipol Leadership Forum Seri #2 yang menghadirkan Gus Muhaimin merupakan kolaborasi yang baik antara akademisi dengan DPR RI untuk membuka dialog mengenai pemikiran bagaimana sebetulnya calon pimpinan di masa depan. Menurutnya, membicarakan kepemimpinan Indonesia secara langsung harus membicarakan visi, bukan hanya sekadar pencitraan orang.

Sementara itu, Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas'udi mengakui gagasan demokrasi yang diulas dalam buku 'Visioning Indonesia' karya Gus Muhaimin cukup baik. Menurutnya demokrasi yang sehat dan berkualitas bisa dilakukan jika gagasan itu terdesiminasi kepada publik, bisa dibahas bersama-sama dan bisa diperdebatkan. (Dev)

Kredit

Bagikan