Lantai Bawah Korosi dan Ambles, Jembatan Glagah Ditutup

user
Danar W 30 September 2022, 00:10 WIB
untitled

Krjogja.com - KULONPROGO - Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kulonprogo terpaksa menutup jembatan Glagah yang menghubungkan wilayah Kalurahan Glagah Kapanewon Temon dengan Kalurahan Karangwuni Kapanewon Wates. Penutupan jembatan di ruas jalur jalan lintas selatan selatan (JJLSS) Kulonprogo tersebut dilakukan karena ambles. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan petugas mengalihkan arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres setempat, Iptu Johan Rinto Damar Jati membenarkan, sementara jembatan ditutup sampai pihak yang berwenang melakukan kajian ulang terhadap kondisi fisik kelaikan jembatan tersebut.

"Penutupan kami lakukan sejak Senin (26/9/2022) lalu. Sebelumnya kami berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) DIY. Dari hasil analisa sementara oleh dinas, jembatan mengalami keropos pada bagian bawah karena faktor usia," katanya, Kamis (29/9/2022).

Jembatan Glagah beroperasi sejak 1988, saat itu statusnya masih jalan kabupaten kemudian berubah jadi jalan provinsi dan kini sedang masa peralihan untuk dikelola pemerintah pusat.

Kendati dinas/ instansi terkait telah melakukan perawatan rutin terhadap jembatan Glagah tapi karena faktor usia sejumlah bagian mulai rusak hingga nyaris amblas. Sehingga perlu dilakukan penutupan untuk kemudian diperbaiki.

Pengalihan arus lalu lintas berlaku bagi pengendara roda empat dan angkutan besar dari arah barat maupun timur. Untuk pengendara sepeda motor masih bisa lewat, karena masih cukup aman. "Kendaraan roda empat dari arah Purworejo yang lewat JJLS kita alihkan ke utara lewat pertigaan Congot menuju jalan Nasional. Kalau yang udah terlanjur sampai dekat jembatan kita alihkan ke kiri ke simpang tiga demen sampai jalan Nasional," tutur Iptu Johan.

Pengendara dari timur, dialihkan lewat Panjatan ke utara sampai jalan Nasional. Bisa juga lewat simpang tiga Karangwuni ke utara tembus jalan Nasional. "Antisipasi kemacetan lalu lintas kami tempatkan personel dan petunjuk arah agar tak terjadi kepadatan," jelasnya.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUP-ESDM DIY Wira Sasongko Putro mengatakan, pihaknya bersama Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) DIY sedang mencari solusi penanganan jembatan Glagah.

Hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah penyebab jembatan rusak. Yakni faktor usia tapi masih terus dilalui kendaraan bertonase berat. Selain itu terjadi korosi pada lantai bawah jembatan. "Kendati korosinya terlihat tapi sebenarnya masih cukup aman, hanya memang harus diperiksa lebih lanjut lagi," katanya. (Rul)

Kredit

Bagikan