Jelang 100 Tahun, RS Panti Rapih Mengglobal

user
Danar W 30 September 2022, 07:10 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Setelah Covid-19, penyakit Stroke Infark menempati urutan kedua penyakit rawat inap terbanyak di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Periode 1 Januari - 31 Agustus 2022. Stroke adalah gangguan aliran darah di otak yang menyebabkan gangguan fungsional otak. Faktor risiko stroke tidak dapat dimodifikasi dari usia dan jenis kelamin. Saat ini elang 100 Tahun RS Panti Rapih menyediakan layanan kesehatan lengkap terpadu yang mengglobal (mendunia).

"Sedang faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi dari hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, penyakit jantung, kurang olah raga," tutur Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Medis dr Esdras Ardi Pramudita MSc SpS kepada wartawan saat Media Gathering Selasa (27/9/2022) di Auditorium Lt 6, gedung rawat jalan Borromeus.

Acara dalam rangkaian HUT RS Panti Rapih ke-93 ini dihadiri drg V Triputro Nugroho, MKes (Direktur Utama), dr Djati Prasodjo, Sp.Rad-KRI (Direktur Medik), Sr Yosefine Kusuma Hastuti, CB, MSN (Direktur Keperawatan), Ir Valentina Dwi Yuli Siswianti MKes (Direktur SDM dan Umum), A Yollan Permanan MM Ak (Direktur Keuangan).

"Pasien serangan stroke harus segera mendapatkan perawatan secepatnya. Unit stroke ada di Gedung Elizabeth Lt 2, juga merawat stroke akut secara komprehensif dengan multidisiplin team," jelas dr Esdras.

Lebih lanjut disebutkan urutan 3-10 penyakit rawat inap terbanyak yaitu DHF (Demam Berdarah), CAD (Coronary Artery Disease) penyempitan atau penyumbatan arteri koroner, CHF (Congestive Heart Failure) gagal jantung kongestif, Diare akut/GE, Ca Mamae (kanker payudara), CRF (Chronic renal failure) gagal ginjal kronis, Anemia, Cholelitiatis.

Sebelumnya saat memberi sambutannya Direktur Utama RS Panti Rapih drg Vincentius Triputro Nugroho, MKes mengisahkan berawal dari 5 suster Katolik Belanda dari ordo Carolus Borromeus yang berkarya di Yogyakarta, dalam tugas pelayanan untuk orang-orang sakit pada 14 September 1929 diresmikan Rumah Sakit Panti Rapih.

"Terus berkembang dan bertransformasi, hingga saat ini (2022) sudah dicanangkan 7 tahun menuju 100th, dan telah menyusun milestone. Transformasi dengan tetap menjalankan cinta kasih dengan mempertahankan nilai-nilai I CARE, (Integrity, Compassion, Assurance, Respect, Embrace Innovation) yang global, tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga di Indonesia dan Asia," tegasnya.

Sedangkan Ketua Panitia HUT ke-93 RS Panti Rapih, dr Maria Silvia Merry Msc menyebutkan RS Panti Rapih sudah matang mengikuti arus jaman, sejak zaman perjuangan kemerdekaan, Jenderal Sudirman pernah dirawat di RS Panti Rapih. Menjadi cagar budaya di kota Yogyakarta, RS Panti Rapih terus berkembang mengikuti arus jaman, bertransformasi global dengan tetap menjaga dan menghidupi nilai-nilai.

"Sekitar 30-an acara, dimulai bulan Juli, diawali dengan hari anak, puncak acara 14 September 2022 dan akan diakhiri pada bulan Desember bertepatan dengan Hari Ibu," jelasnya.

Wartawan juga sempat diajak meninjau langsung fasilitas terkini yang dimiliki RS Panti Rapih diantaranya Klinik Katarina, Pusat Anti-obesitas dan Kesehatan Holistik, Klinik Lucia – Perawatan Kulit & Estetika, Klinik Anak Terpadu Yacinta RS Panti Rapih, Klinik Golden Care untuk lansia, Klinik Medical Check Up (MCU) dengan konsep layanan one stop service. (Vin)

Kredit

Bagikan