Kasus Ledakan di Sukoharjo, Polisi Tunggu Kondisi Korban Membaik

user
Danar W 30 September 2022, 16:30 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Polres Sukoharjo sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap saksi A sebagai pemesan paket berisi bubuk hitam yang mengakibatkan ledakan pekarangan kosong dekat asrama polisi (Aspol) Brimob di Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Sedangkan terhadap korban seorang anggota polisi Bripka Dirgantara Pradipta belum diperiksa dan masih menunggu kondisi kesehatannya membaik setelah mengalami luka.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Jumat (30/9) mengatakan, penanganan penyelidikan kasus ledakan paket di Aspol Brimob Telukan Grogol masih dilakukan. Polres Sukoharjo sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap A warga Kabupaten Klaten sebagai pemesan atau pemilik paket berisi bubuk hitam. Status A saat diperiksa polisi sebagai saksi

Pemeriksaan dilakukan Polres Sukoharjo sifatnya hanya melanjutkan paparan kronologi yang telah disampaikan Kapolda Jawa Irjen Pol Ahmad Luthfi beberapa waktu lalu. Kapolres menjelaskan, hal ini dikarenakan Polres Sukoharjo bertanggungjawab secara kewilayahan mengingat tempat kejadian perkara ledakan berada di Desa Telukan Kecamatan Grogol.

Penyelidikan sekarang tinggal dilakukan Polres Sukoharjo terkait pemeriksaan terhadap korban seorang anggota polisi Bripka Dirgantara Pradipta. Pemeriksaan baru akan dilakukan menunggu kondisi korban pulih setelah mengalami luka akibat ledakan.

"Korban ini anggota Polresta Surakarta. Jadi tempat berdinas yang lebih tahu kondisi korban. Pemeriksaan untuk dimintai keterangan menunggu kondisi memungkinkan dulu," ujarnya.

Kapolres mengatakan, kondisi korban pasca ledakan lalu sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit. Polres Sukoharjo menunggu kondisi perkembangan membaik lebih dulu.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di lahan kosong di dekat Asrama Brimob Grogol Indah di wilayah Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (25/9/2022) petang. Satu orang anggota polisi mengalami luka dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Usai kejadian, Polda Jawa Tengah langsung turun melakukan penanganan kasus dan ditemukan sumber ledakan berasal dari paket kardus warna cokelat. Ledakan diduga karena faktor kelalaian anggota dan tidak ada unsur teror.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan di Mapolsek Grogol, Sukoharjo Minggu (25/9) mengatakan, kasus ledakan terjadi pada pukul 18.20 WIB di pekarangan kosong sebelah rumah anggota di Asrama Brimob Grogol. Berdasarkan hasil oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan tim Jibom telah ditemukan bubuk hitam.

Bubuk hitam ini diduga sebagai bahan membuat petasan. Temuan lain berdasarkan olah TKP yakni tim Jibom menemukan dua kantong plastik ukuran satu ons dan empat bungkus plastik kosong, sisanya residu. Juga ditemukan sumbu petasan. Hal itu ditegaskan Kapolda merupakan hasil pengembangan dan penyidikan sementara tim Jibom.

Hasil lain ditemukan tim Jibom dalam olah TKP yakni temuan paket kardus warna cokelat sebagai sumber ledakan. Paket tersebut datang dari Indramayu dipesan tanggal 22 April 2021 lalu. Kapolda menjelaskan pemesannya yakni sebuah CV dari Indramayu. Sedangkan penerima paket yakni A berasal dari wilayah Klaten. Penerima paket A tersebut sekarang sudah diamankan di Polresta Surakarta.

Kapolda menjelaskan, satu anggota yang jadi korban dalam ledakan ini pernah melakukan kegiatan razia pada satu tahun lalu terkait paket pesanan online bubuk hitam diduga petasan. Kapolda mengatakan di CV itu paket disebutkan sebagai bahan untuk mengusir tikus di wilayah Klaten.

"Artinya saya pastikan ledakan di wilayah kita di Sukoharjo tidak ada unsur teror. Hanya diduga kelalaian anggota yang menyebabkan bahan itu meledak. Kita belum memastikan lalai karena korban dalam hal ini anggota masih dalam kondisi sakit di rawat di rumah sakit," ujarnya.

Kapolda melanjutkan, nantinya setelah korban sadar akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. "Sudah ada anggota lain diperiksa dan benar pada saat itu ada razia bubuk hitam di Jurug Solo tahun 2021. Penyidikan lengkap akan disampaikan dalam rilis besok dari Inafis dan Labfor. Ini info awal," lanjutnya.

Kapolda meminta kepada masyarakat tidak perlu resah atas kejadian ledakan ini. Sebab dipastikan tidak ada unsur teror. "Benar ada pemesanan online bubuk hitam dari Indramayu. Itu barang bukti tahun 2021 sebelum lebaran. Diregister Polresta Surakarta benar ada pengamanan barang bukti itu," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan