Urung Demo, Petani Tembakau Undang Pejabat Bea Cukai Untuk Bahas Nasib

user
Ivan Aditya 30 September 2022, 23:32 WIB
untitled

Krjogja.com - TEMANGGUNG - Pemerintah belum membahas rencana kenaikkan cukai, termasuk cukai tembakau seperti yang diresahkan petani. Kenaikkan prosentase belanja tidak harus diikuti kenaikkan cukai tembakau sebab butuh kajian mendalam.

"Kenaikkan cukai tembakau bisa jadi justu membuat industri rokok menjadi lesu. Sebaliknya tidak adanya kenaikkan cukai diharapkan industri rokok meningkat. Saat ini indutri rokok sedang lesu, " kata Direktur komunikasi dan bimbingan pengguna jasa direktorat jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, Jumat (30/09/2022).

Dia mengatakan itu disela sarasehan panen tembakau yang digelar Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) bertajuk 'Distorsi Kenaikkan CHT : Kesejahteraan Petani dan Pekerja Sektor Pertembakauan Makin Tak Pasti'. Sarasehan bertempat di balai Dusun Lamukgunung Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung.

Nirwala mengatakan akan ada kenaikkan alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau dari pemerintah pusat pada daerah di tahun 2023. Besarannya dari 2,5 persen menjadi 3 persen. Perinciannya 0,8 persen untuk propinsi, sebesar 1,2 persen untuk kab/kota penghasil tembakau dan 1 persen untuk kabupaten/kota bukan penghasil tembakau. "Harapan adanya kenaikkan alokasi dana bagi hasil cukai ini bisa untuk program bantalan termasuk peningkatan usaha tembakau," kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan menanam dan mengolah tembakau sudah menjadi kultur masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas yang mampu meningkatan kesejahteraan.

Dia mengatakan dari pembenihan ada pemurnian dan pengembangan. Kini varietas kemloko yang cocok di tanam didaerah tersebut telah mencapai kemloko 9. Masyarakat yang ingin mendapatkan benih tembakau dapat ke kantornya, benih tersebut gratis. "Tahun ini kami membagikan 110 kg benih tembakau pada petani," kata dia.

Dikatakan upaya lain adalah memberikan pupuk untuk tanaman tembakau. Yang biasa digunakan adalah Za. Kini pemerintah telah mencabut subsidi pupuk untuk tembakau.

Pemerintah katanya hanya mensubsidi subsidi Urea dan NPK. Petani harus membeli pupuk Za dengan harga non subsidi. Tercatat pupuk Za ini teralokasi ke tembakau sekitar 4000 ton.

Sebenarnya, katanya pemkab juga membagikan pupuk fertila dan KNO Untuk petani yang disalurkan melalui 500 kelompok tani. Kira-kira harga Fertila Rp 13 ribu per kilo dan KNO sekitar Rp 26 ribu per kilogram. Per kelompok tani menerimas sekitar 15 kuintal.

Ketua DPC APTI Temanggung Siyamin mengatakan sarasehan untuk membahas berbagai isu terkait pertembakauan di Indonesia terutama nasib petani. "Nasib petani tembakau akhir-akhir ini semakin tertekan, APTI berusaha terus berjuang untuk peningkatan kesejahteraan petani," kata dia.

Staf ahli Bupati bidang pendidikan, SDM dan Budaya, Sri Haryanto mengatakan pemkab temanggung membentuk Gugus Tembakau untuk mengkomunikasikan permasalah yang timbul antara pedagang, petani dan pabrik rokok. "Kami menjembatani permasalah yang timbul akibat perdagangan tembakau. Misal ada petani yang tembakaunya sulit terserap atau tidak lekas dibayar," kata dia.

Dia mengatakan adanya keluhan kemungkinan ada kenaikkan cukai, pihaknya akan bersurat pada semua pihak termasuk presiden agar mengurungkan kenaikkan cukai. (Osy)

Kredit

Bagikan