Perempuan Berperan Penting Sukseskan Pemilu

user
Ivan Aditya 30 September 2022, 20:11 WIB
untitled

Krjogja.com - SUKOHARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo gencarkan sosialiasi dengan sasaran pemilih perempuan. Perempuan memiliki peran besar membantu kesuksesan pelaksanaan Pemilu 2024. Kegiatan sosialiasi diikuti 25 organisasi atau kelompok perempuan di Kabupaten Sukoharjo digelar di Hotel Sarila, Jumat (30/09/2022).

Plh Ketua KPU Sukoharjo Syakbani Eko Raharjo dalam sambutannya mengatakan bahwa pemilihan umum agenda demokrasi di Indonesia yang sudah berlangsung rutin lima tahun sekali. Tahapan Pemilu tahun 2024 saat ini pada tahapan verifikasi administrasi parpol calon peserta Pemilu 2024.

Dalam pelaksanaan Pemilu salah satu pemilih adalah perempuan yang dari sisi jumlah besar dan menjadi pemilih potensial. Sosialisasi sebagai hal penting dalam pelaksanaan Pemilu dan pemilihan, perempuan sangat strategis untuk menyampaikan sosialisasi sehingga menjadi sasaran penting dalam sosialisasi, mempunyai kemampuan menyampaikan informasi dengan sangat baik dan cepat.

Anggota KPU Sukoharjo Suci Handayani dalam paparannya mengatakan pada Pemilu tahun 1955 tercatat ada 16 perempuan atau 5,88 persen. Pemilu 1971 jumlah anggota legislatif perempuan hanya 31 orang atau 6,74 persen, menjadi 37 perempuan atau 8,04 persen pada pemilu 1977. Naik menjadi 42 orang atau 9,13 persen pada pemilu Tahun 1982. Naik menjadi 59 perempuan atau 11,80 persen
saat Pemilu Tahun 1987. Lima tahun berikutnya yakni saat Pemilu 1992 menjadi 62 orang atau 12,4 persen.

Suci melanjutkan tetapi pada Pemilu 1997 dan 1999 jumlah perempuan anggota DPR RI sempat turun menjadi 58 orang atau 11,6 persen dan 44 orang atau 8,8 persen. Meningkat positif pada Pemilu 2004 yakni menjadi 65 orang , dan bertambah menjadi 100 atau 17,86 persen pada Pemilu 2009.

Pemilu 2014 tercatat ada perwakilan perempuan sejumlah 97 orang atau 17,32 persen. Jumlah perempuan di parlemen DPR RI kembali meningkat pada periode 2019-2024 yakni ada 120 orang atau sebesar 20,87 persen dari 575 orang anggota DPR RI.

Di Kabupaten Sukoharjo , trend kenaikan jumlah anggota DPRD Perempuan juga meningkat , dilihat dari anggota DPRD periode 2019-2024 perempuan ada 10 atau 22 persen dari total 45 anggota DPRD. Sementara pada Pemilu sebelumnya 2014 ada 7 orang atau 15,5 persen. Pemilu 2009 ada 6 orang atau 13,3 persen, sebelumnya di 2004 ada 4 orang atau 8,8 persen.

Meskipun prosentase perempuan di parlemen belum pernah menembus angka 30 persen tetapi peningkatan dari waktu ke waktu bisa menjadi bukti jika keberadaan perempuan semakin diperhitungkan. Peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik, terutama dalam Pemilu, tersebut tidak terjadi secara serta merta, namun karena upaya dan kerja keras serta perjuangan yang terus menerus untuk mewujudkan hak setiap orang untuk mencapai persamaan dan keadilan.

"Perempuan mempunyai banyak pilihan dalam politik , ikut berkompetisi dalam parlemen atau sekedar mengunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara," ujarnya.

Rektor UNIVET Bantara Sukoharjo Prof Dr Farida Nugrahani M.Hum menuturkan peran perempuan sering dipandang sebelah mata , peran perempuan di bidang politik sampai sekarang masih dipertanyakan. Kontribusi perempuan Indonesia dalam kehidupan demokrasi dan politik tidak terlepas dari peran para tokoh dan pelopor pergerakan perempuan pada zaman sebelum kemerdekaan, dan revolusi kemerdekaan RI. (Mam)

Kredit

Bagikan