Kurikulum Pendidikan Agama Islam OBE, Berpeluang Peningkatan Kerjasama Antanegara

user
Ivan Aditya 01 Oktober 2022, 02:32 WIB
untitled

Krjogja.com -  

YOGYA - World Class Professor (WCP) merupakan salah satu program Direktorat Sumber Daya Manusia Kemendikbudristek. Program ini bertujuan untuk mengundang Profesor kelas dunia sebagai visiting professor untuk ditempatkan di berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia maksimal 14 hari.

"Sebaliknya, program ini juga bertujuan mengirim dosen Indonesia ke institusi asal visiting professor selama 1 bulan," kata Dr Suyadi MPdI, salah satu peserta Workshop Akreditasi Internasional, Jumat (30/09/2022), dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Dijelaskan Suyadi, Rencana Pembanguan Jangka Menengah Nasional (RJMN) 2020-2024, ditargetkan jumlah publikasi internasional mencapai 36.500. Pemerintah juga mentargetkan ada, pertama PT masuk ke dalam Top 100 dunia versi World University Rank (WUR). Kedua, PT masuk dalam Top 300 WUR, dan ketiga, PT masuk dalam Top 500 WUR.

Oleh karena itu, kegiatan utama program ini adalah academic writing untuk meningkatkan kualitas artikel publikasi pada jurnal internasional bereputasi minimal Q2. Program WCP juga telah didesain untuk berkontribusi semaksimal mungkin pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.

Menurut Suyadi, program ini terbuka untuk umum bagi semua dosen di seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta dengan syarat dan seleksi yang sangat ketat. Diakui Suyadi, sebagai salah satu peserta berhasil lolos program WCP 2022 bermitra dengan Prof Dr Saedah Binti Siraj dari University of Malaya, Malaysia.

Sedangkan Prof Dr Saedah Binti Siraj merupakan guru besar dan Presiden Asosiasi Kurikulum Pendidikan Malaysia, tokoh akademik Bahasa Melayu 2018, dan ikon pendidikan perempuan Malaysia 2022. Sejak tanggal 18 hingga 30 September 2022, ia telah hadir ke Indonesia atas undangan Universitas Ahmad Dahlan dengan pembiayaan program WCP.

Kegiatan pertama yang dilakukan Prof Dr Saedah Binti Siraj adalah academic writing untuk peningkatan kualitas publikasi hasil penelitian Dr Suyadi MPdI yang berjudul Covid-19 Ambassador dan Pesantren Covid-19 Muhamamdiyah yang ditargetkan acccepted pada pada Journal of Religion and Healt (Q1 SJR 0,55) dan atau Frontiers in Education.

Disebutkan Suyadi, kegiatan lainnya Workshop Akreditasi Internasional untuk memperkuat Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam yang sedang menyusun borang akreditasi internasional ke Extemal Quality Assurance Results (EQAR), khususnya Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Prof Saedah Binti Siraj juga menjadi reviewer draf Visi-Misi Prodi MPAI FAI UAD dilaksanakan Sabtu 24 September 2020.

Sebelumnya, Tim Task Force telah merumuskan draf Visi keilmuan MPAI. Selanjutnya draf tersebut dipresentasikan oleh Kaprodi MPAI di hadapan Prof Dr Saedah Binti Siraj untuk memperoleh saran dan masukan.

"Tujuannya agar rumusan visi keilmuan MPAI setara dengan visi keilmuan Program Studi kelas dunia lainnya. Program kegiatan lain yang melibatkan mitra kelas dunia tersebut adalah seminar internasional, studium generale dan guest lecturer dengan tema Reka Bentuk dan Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Outcome Based Education (OBE)," katanya.

Menurutnya, kurikulum Outcome Based Education (OBE), membuka peluang peningkatan kerja sama antarnegara, seperti joint riset, publikasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, termasuk external examiner. Hal ini dapat meneguhkan rekognisi dan meningkatkan reputasi baik institusi maupun akademisi dosen dan mahasiswa.

Ditambahkwn Suyadi, November 2022 UAD akan mengirim dirinya bertandang ke University of Malaya untuk mengikuti serangkaian kegiatan akademik dan nonakademik yang berdampak signifikan bagi pencapaian IKU UAD. "Saya akan menjajaki pola-pola pengembangan prodi pasca (S2) by research, by course, dan regular, dan kombinasi kedunya. Selama ini, prodi S2 di Indonesia cenderung regular semata. Tidak menutup kemungkinan MPAI akan dikembangkan dengan tiga pola tersebut," tandasnya. (Jay)

Kredit

Bagikan