Rakor Bersama Menhub, Enam Bupati Komitmen Borong Kursi Pesawat Purbalingga - Jakarta

user
Ivan Aditya 01 Oktober 2022, 03:32 WIB
untitled

Krjogja.com - PURBALINGGA - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) dengan enam bupati di Jateng, di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga, Jumat (30/09/2022). Masing-masing yakni Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Banyumas Achmad Husein, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat,Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Bupati Pemalang Mansur Hidayat dan Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto. Selain enam kepala daerah, hadir pula dalam rakor itu Dirut Angkasa Pura II, Dirut Maskapai Penerbangan Citilink dan Wings Air.

Rakor yang berlangsung hingga menjelang petang itu menghasilkan kesepakatan  pemerintah kabupaten (Pemkab) mendukung keberadaan bandara tersebut. Langkah konkret dukungan itu dengan blocking seat pesawat pada setiap jadwal penerbangannya.

“Blocking seat artinya masing-masing Pemkab akan membeli kursi pesawat untuk keperluan perjalanan dinas dengan kuota tertentu sehingga tingkat keterisian selalu memadai,” tutur Menteri Budi Karya.

Budi Karya Sumadi mentargetkan, ebagai permulaan, mulai Oktober bisa ada tiga jadwal penerbangan setiap pekan di Bandara JBS dengan rute Purbalingga (PWL) ke Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) dan sebaliknya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan, jaminan blocking seat (Memborong kursi pesawat) oleh enam bupati itu direncanakan selama tiga bulan. Dengan adanya blocking seat itu jadwal penerbangan dari Purbalingga ke Jakarta dan sebaliknya akan berjalan lancar. Lancarnya penerbangan ke bandara JBS akan memicu terbentuknya pasar reguler. "Jadi blocking seat ini merupakan stimulus saja,” ujar Bupati Tiwi.

Teknis pembagian blocking seat antar enam kabupaten itu, termasuk kemampuan kuota akan dirapatkan di kemudian hari. Tiwi memastikan, sekitar pertengahan Bulan Oktober 2022 ini, Bandara JBS sudah kembali operasional rute Purbalingga - Jakarta dengan dukungan skema blocking seat.

"Belajar dari kabupaten lain, mudah-mudahan dalam waktu 3 - 4 bulan market terbentuk setelah blocking seat. Memang untuk membentuk market kita perlu ada stimulan, kalau sudah sering terbang dan dirasa aman maka masyarakat akan tertarik," ujarnya.  (Rus)

Kredit

Bagikan