Keistimewaan DIY Menginspirasi Sonjo

user
Ivan Aditya 01 Oktober 2022, 12:54 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Keistimewaan DIY menjadi salah satu faktor yang menginspirasinya untuk membentuk Sambatan Jogja (Sonjo) pada 2020 atau tepat diawal pandemi Covid-19 mulai menyebar di DIY. Sonjo muncul karena satu kesadaran pada saat itu kebijakan lockdown akibat pandemi dimulai.

Saat itu, langsung terpikir bagaimana seluruh masyarakat DIY bisa bertahan hidup di tengah pandemi, dalam kondisi tidak bisa beraktivitas seperti sebelumnya. Dari situlah, ide bersama membentuk Sonjo dimulai.

“Intinya, pada saat itu yang terpikir adalah menciptakan self-help group bagi diri kita sendiri. Karena saya ada di Yogya, kita kembangkan yang di Yogya. Satu hal yang penting, ketika membangun Sonjo itu aspek kultural memang sangat kental,” kata Inisiator Sambatan Jogja (Sonjo), Rimawan Pradiptyo di Yogyakarta.

Menurut Rimawan, keistimewaan Yogya itu adalah kesadaran untuk membangun bersama dan itu sebenarnya dimunculkan dari sense of crisis. Dan sense of crisis itu biasanya muncul karena kesadaran tentang kelangkaan sumber daya. Aspek inilah yang merekatkan.

Untuk bisa meningkatkan aspek merekatkan ini, tentunya dibutuhkan satu kesadaran, yakni tingkat pendidikan. Karena, sebagai kota pelajar, dirinya meyakini jika Yogyakarta mampu mengembangkan apa yang disebut dengan evidence-based policy.

Persoalan yang terjadi dipecahkan dengan cara melihat situasi maupun kondisi lapangan terlebih dahulu, lalu ilmu pengetahuan digunakan untuk menanggulanginya.

“Mumpung kita berada di kota yang banyak memiliki sumber daya manusia yang hebat-hebat, ini bisa digunakan. Gunakan ilmu pengetahuan untuk pengembangan dan pembangunan yang lebih luas di DIY. Itu sebabnya saya lebih memilih balik lagi ke Yogya, karena memang situasinya sangat kondusif untuk mengembangkan ilmu,”imbuh Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM tersebut.

Lulusan S3 The University of York, Inggris itu menambahkan, apabila membuat suatu intervensi atau program, harus disesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan dan sesuaikan juga dengan budaya masyarakatnya. Dan yang berperan besar dalam kesuksesan Sonjo menurut Rimawan ialah tingkat pendidikan masyarakat yang ada di DIY rata-rata tinggi dan fakta banyaknya bencana alam.

“Meskipun saya adalah foundernya, tapi tidak mungkin saya bisa mendikte semuanya. Jadi yang dilakukan itu adalah milik bersama, mari kita menolong bersama. Dari situlah partisipasi ini yang kita kembangkan,” ungkapnya.

Dikatakan Rimawan, semangat masyarakat yang tergabung dalam Sonjo adalah yang penting lakukan saja, tidak perlu dipikir. Ini juga yang menurutnya menjadi satu keistimewaan tersendiri dan membuat beragam program pencegahan penyebaran Covid-19 saat itu bisa sukses dijalankan. (Ria)

Kredit

Bagikan