Komplotan Pemeras Beraksi di SPBU Sragen, Tertangkap Kamera CCTV

user
Agusigit 01 Oktober 2022, 22:11 WIB
untitled

Krjogja.com - SRAGEN - Komplotan pemeras dilaporkan beraksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tunjungan, Sragen, Sabtu (1/10/2022) dinihari. Kali ini korbannya adalah seorang petani, Suparno (58) warga Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen.

Saat sedang membeli pertalite menggunakan jeriken, korban didatangi tiga orang tak dikenal yang kemudian langsung meminta uang. Mengaku sebagai wartawan, pelaku sempat menakut-nakuti dan mengancam akan melaporkan korban ke polisi karena membeli pertalite pakai jeriken. Padahal, saat itu korban sudah membawa surat rekomendasi pembelian BBM pakai jeriken.

Ditemui di lokasi kejadian, korban yang seorang petani lugu ini menceritakan peristiwa itu berawal saat dirinya datang ke SPBU Tunjungan untuk membeli pertalite. Sekitar pukul 02.30 WIB dinihari, ia datang mengendarai mobil Colt-T sendirian.

Setelah tangki mobil terisi, korban juga membeli pertalite menggunakan jeriken untuk keperluan bertani. Agar bisa membeli BBM bersubsidi menggunakan jeriken, korban membawa surat rekomendasi dari pemerintah desa dan kecamatan. Ia membeli 10 liter pertalite menggunakan jeriken. "Waktu saya mengisi, tiba-tiba satu pria berkaus hitam datang. Kemudian tak lama, dua pria lain ikut datang. Mereka menuduh saya akan menimbun BBM dan akan dilaporkan ke polisi," ujarnya polos.

Takut dengan ancaman itu, korban kemudian menghiba untuk tidak dilaporkan. Tapi pemeras yang juga mengaku wartawan malah terus mengambil gambar korban sambil mengancam untuk bukti laporan ke polisi. "Akhirnya saya dibawa menepi ke pojok SPBU. Disitu saya takut dan meminta agar tidak dilaporkan. Tapi katanya saya harus menyerahkan uang," jelasnya.

Ketiga pria itu terus mengancam dan meminta korban untuk menyerahkan semua uangnya. Saat itu korban sempat menawarkan Rp 300.000 karena uang sudah buat beli pertalite. "Tapi, mereka (pelaku) memaksa untuk menyerahkan semua. Akhirnya semua diminta, total sebesar Rp 450.000," tandasnya.

Komplotan pelaku ternyata belum puas dengan memeras uang salah satu konsumen. Mereka juga berupaya memeras pengelola SPBU Tunjungan. Pengelola SPBU Tunjungan, Fatchurrahman, mengatakan sempat mendapat kabar dari salah satu operator tentang adanya kejadian tersebut. Namun ia merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena operasional SPBU sudah sesuai prosedur. "Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB saya mendapat pesan Whatsapp yang berasal dari orang mengaku namanya Panji, katanya dari media di Jatim,” terang Rahman.

Dalam pesan tersebut, Panji mengirimkan laman website yang memuat berita mengenai dugaan membantu praktik penimbunan Pertalite yang dilakukan oknum SPBU Tunjungan. Kemudian Rahman membalasnya dengan mengirimkan surat edaran yang memperbolehkan pembelian pertalite dengan jeriken asalkan untuk pertanian dan dibatasi jumlahnya.

Surat Edaran tersebut bernomor 510/1151/08/2022 Tentang Rekomendasi Pembelian BBM Tertentu dan BBM Penugasan di SPBU. Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken dibatasi 10 liter untuk mencegah adanya praktik penimbunan BBM. "Tapi mereka (pelaku) tetap mempermasalahkan dalam bagian larangan SPBU menjual BBM bersubsidi menggunakan jeriken. Padahal dalam aturan diperbolehkan dengan sejumlah syarat. Terus ketahuan bahwa niat mereka cuma mau memeras dan meminta uang, akhirnya tidak saya balas lagi Whatsapp-nya. Mungkin hanya mengaku-ngaku wartawan,” tambah Rahman. (Sam)

Aktivitas pemerasan terhadap seorang petani yang sedang membeli BBM bersubsidi di SPBU Tunjungan Sambungmacan Sragen tertangakp CCTV (foto:said masykuri)

Kredit

Bagikan