Pura Pakualaman Kembali Gelar Upacara Ganti Dwaja Prajurit Jaga

user
Agusigit 01 Oktober 2022, 23:11 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Pura Pakualaman Yogyakarta, kembali menggelar atraksi budaya, upacara ganti dwaja prajurit jaga terbuka secara umum setiap Sabtu Kliwon atau 35 hari sekali. Ketika pandemi acara tersebut berlangsung secara daring dengan pengunjung terbatas. Pejelasan ini dikemukakan oleh Koordinator Kesenian Rakyat RM Donny Surya Megananda SSi MBA di sela acara tersebut, Sabtu (1/10).

"Terbuka untuk umum sudah berlangsung yang keempat kalinya," kata RM Donny Suryo Megonondo. Seperti biasa, saat upacara ganti dwaja prajurit jaga, di Alun-alun Sewandanan digelar kesenian rakyat. Kali ini dimeriahkan dengan tari 'Sinerat Wastra' dari Sanggar Seni Kawindra Miri Kulon, dan Jathilan Putra-Putri 'Sriharjo Tumaruno' Mojohuro keduanya dari Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Penyelenggaraan acara bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY.

Jalannya upacara ganti dwaja sore itu seperti upacara pada umumnya hanya aba-aba menggunakan bahasa Jawa. Sore itu serah terima tugas jaga dari Bregada Prajurit Plangkir kepada Bregada Prajurit Lombok Abang. Dwaja Plangkir diganti dengan Dwaja Lombok Abang. Sebagai pembina upacara Manggalayuda RM Riyo Suryo Indrokusumo. Usai melakukan upacara ganti dwaja, kedua bregada prajurit tersebut kemudian kirab mengelilingi benteng atau tembok Pura Pakualaman. Saat kesenian berlangsung, kesenian di Alun-alun Sewandanan berhenti sejenak. Setelah upacara selesai kesenian kembali berlangsung.

Menurut Kepala Kalurahan Sriharjo Titik Istiyawatun Khasanah, kalurahan yang dipimpinnya merupakan desa budaya. Selain sanggar tari dan jathilan, di sana juga ada kesenian gejog lesung. Untuk membuktikan pontensi desanya, dengan mengadakan pergelaran. Sore itu masyarakat nampak antusias menyaksikan kesenian tradisional baik ganti dwaja prajurit jaga maupun tari dan jathilan. Baik tari maupun jathilan, pelakunya masih muda. (War)

Kredit

Bagikan