Bumijo Bersholawat Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1444 H

user
Danar W 02 Oktober 2022, 06:50 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Masyarakat Kampung Bumijo Kota Yogyakarta menggelar Gema Sholawat dan Tausiyah serta doa bersama menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1444 Hijriyah. Kegiatan ini menghadirkan Habib Abdullah Bin Umar Assegaf, Gus Syamsul Anam, Habib Ali Rahman Al Gufran serta Gus Sahal Usman. Kegiatan dipusatkan di Balai RK Bumijo, Sabtu (01/9/2022) malam.

Ketua penyelenggara kegiatan ini, H Sigit Dwiyanto menuturkan bahwa acara ini merupakan kegiatan yang jam’ussamil maksudnya adalah satu acara namun meliputi segalanya. Sebab selain tausiyah dan doa juga dilakukan pembacaan sholawat bersama-sama.

“Insyaallah dengan bersholawat kita semua mendapat barokah dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan semoga Allah tidak akan menurunkan azab di suatu tempat, yang mana masyarakatnya selalu memuji kepada Allah serta mengagungkan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Kegiatan ini juga dalam rangka bertawasul, dalam rangka mengetuk pintu langit untuk menyambut Maulid Nabi sehingga diberikan keberkahan dalam hidup serta ketenangan dalam batin. Sehingga masyarakat Bumijo ini nanti bisa menjadi mercusuar dalam menebarkan ajaran serta amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, untuk membentengi masyarakat dari aqidah yang melenceng seperti kaum radikal.

"Jadi ini kan bulan Maulud, jadi kita dari Majelis Cinta Rosulullah menyelenggarakan Safari Maulud, itu diselenggarakan mulai tanggal 1 kemarin hingga tanggal 12. Lha kebetulan hari ini jatuh di Bumijo, kemarin ada di Pringwulung, lalu yang pertama kemarin ada di Jombor lalu Cebongan, itu terus digelar sampai tanggal 12," imbuh Sigit.

Sigit menambahkan, selain menanamkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah masyarakat juga perlu menanamkan rasa Nasionalis, yakni hubbul wathon minal iman. Selain itu, kegiatan ini sebagai upaya untuk mengamalkan nilai-nilai tasamuh yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dengan harapan masyarakat dapat hidup berdampingan dengan rukun, aman, tentram, dijauhkan dari bala dan marabahaya, serta masyarakat diberikan rejeki yang lancar dan berkah.

“Dan kampung Bumijo ini bisa menjadi kampung yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur (kawasan yang dicintai Allah serta di berikan rejeki atas apa yang ditanamkan)," pungkas Sigit. (*)

Kredit

Bagikan