Penguatan Literasi ISF, YWDP Menggelar Seminar, Diskusi dan Pelatihan di Yogyakarta

user
Danar W 02 Oktober 2022, 04:10 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane sebagai lembaga yang diamanahi oleh Kementrian Agama sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat Nasional, melaksanakan tour de Yogya dalam rangka menggerakan kegiatan literasi Islamic Social Finance (ISF) dari tanggal 26 – 29 September 2022.

Pada Tour kali ini ada empat agenda besar yang akan dilaksanakan YWDP yaitu Seminar Nasional terkait Islamic Social Finance di FEB Universitas Gadjah Mada pada tanggal 27 September, audiensi dengan Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada dalam rangka penjajagan prospek implementasi wakaf produktif pada tanggal 27 September 2022, Diskusi Nasional bersama Universitas Islam Indonesia pada tanggal 28 September dan pelatihan lokal aktor pemberdayaan untuk Islamic Social Finance dan Ekonomi Syariah pada tanggal 29 September 2022. Agenda ini juga diperkuat dengan penandatanganan nota kesepamahan antara Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane dengan dua kampus besar di Yogya yaitu UGM dan UII.

Tour de Yogya ini di pimpin oleh KH Wahfiuddin Sakam Mubaligh Nasional yang duduk sebagai Dewan Pengawas Syariah YWDP bersama Presiden Direktur yang mewakili Organisasi Pengelola LAZNAS dan WAKAF Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane.

"Sebagai mubaligh nasional, beliau memiliki visi yang besar untuk membumikan ISF sebagai sebuah alternatif pemberdayaan hari ini. ISF saat ini ditopang oleh zakat dan wakaf. Untuk Zakat sendiri ada potensi sekitar 327 T yang sesungguhnya bisa dikelola. Sayangnya beberapa pemahaman masyarakat tentang zakat itu sendiri masih terbatas, belum dimaksimalkan secara baik. Hari ini dari seluruh total potensi yang ada, pencapaian penghimpunan zakat baru di sekitar 14 T saja pada tahun 2021," ujar Mirah Hartika, Presiden Direktur Djalaludin Pane Foundation.

Di luar zakat, wakaf adalah potensi ISF yang juga masih belum secara utuh dipahami masyarakat. Saat ini wakaf hanya berpusat pada 3 M, Madrasah, Masjid, dan Makam. Padahal ada pilihan wakaf produktif yang pemanfaatannya bisa mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan yang lebih jauh.

"Di beberapa negara muslim, wakaf dipergunakan secara produktif sebagai penopang di sektor layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. Misalnya di Mesir kita tahu ada Universitas Al-Azhar Kairo. Di Saudi Arabia sendiri saat ini Wakaf Khalifah Utsman Bin Affan masih terdapat jejaknya. Indonesia sebagai negara dengan penduduknya yang mayoritas muslim tentu masih memiliki harapan yang besar untuk memaksimalkan potensi ISF nya dalam rangka menopang banyak sektor pemberdayaan," ungkap Mirah Hartika.

Roadshow ini adalah upaya untuk menggerakkan kesadaran banyak pihak bahwa Islamic Social Finance adalah sudah sangat penting untuk digiat-giatkan. Islamic Social Finance adalah skema pembeda dari dua skema utama yaitu moneter dan fiskal. Skema ISF bersumber di bawah dan kembali ke bawah, tidak mengambil bagian yang sangat besar untuk belanja pengelola dan kepentingan yang bersifat pribadi. Semua jelas, secara syariah dan akadnya.

Hari terakhir dari roadshow, YWDP menyelenggarakan pembekalan kepada Mahasiswa/I dari STAI Sunan Pandanaran sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang juga telah di tanda tangani bersama antara YWDP dan Ketua STAI Sunan Pandanaran untuk membantu mereka menyiapkan diri menjadi Lokal Aktor Pemberdayaan dengan tujuan agar mereka mampu menciptakan berbagai program pemberdayaan masyarakat berkolaborasi dengan Yayasan Wakaf Djalaluddin Pane serta secara bersama-sama menjadi penggiat ziswaf untuk kemaslahatan umat di area Yogyakarta khususnya.(*)

Kredit

Bagikan