Hening Cipta untuk Korban Kanjuruhan Iringi Apel Akbar Kokam Bantul

user
Tomi Sujatmiko 02 Oktober 2022, 18:27 WIB
untitled

Krjogja.com - BANTUL - Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Bantul menggelar apel akbar 57 tahun, Minggu (2/10/2022). 700 anggota yang terdiri dari Kokam, Tapaksuci dan Hizbul Wathan (HW) Se-Bantul, hadir untuk mengenang lahirnya Kokam sekaligus meneguhkan NKRI dengan segala komitmen kebangsaan yang telah dirumuskan para pendahulu bangsa Indonesia.

Pembina Apel Akbar, Ahmad Syauqi Soeratno sempat mengajak ribuan kader muda Muhammadiyah yang hadir untuk mengheningkan cipta terlebih dahulu sebelum memulai cerita perjalanan pendirian Kokam di masa dahulu sebagai amanah apel. Syauqi yang juga Ketua Umum Asprov PSSI DIY menaruh perhatian pada meninggalnya 180 lebih anak bangsa di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

“Mari kita mendoakan para korban, anak-anak bangsa yang meninggal dunia saat menonton sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang. Sepakbola adalah alat perjuangan, persatuan bangsa sejak dahulu, yang mulai didirikan diinisiasi kader Muhammadiyah di PSSI dahulu,” ungkap Syauqi.

Setelah hening cipta, Syauqi mengatakan bahwa Pancasila dengan segala silanya adalah hal final untuk bangsa Indonesia. Maka itu Kokam dan seluruh organisasi angkatan muda Muhammadiyah menyatakan hal-hal tersebut tak bisa diganggu gugat.

“Kita hadir bukan sekedar berupacara, menggunakan seragam untuk gagah-gagahan. Kita ingin pastikan pada semua di luar sana, jangan ubah apapun yang telah menjadi keputusan para pendahulu kita. Kokam ada untuk bangsa ini, bangsa Berketuhanan. Jadi siapapun yang tidak berTuhan jangan coba-coba mengubah negara. Kokam, Tapak Suci, HW dan semua anggota Muhammadiyah akan berdiri paling depan,” tegas Syauqi.

Sementara, Komandan Kokam Bantul, Herwanto Sulistyo Budi menambahkan dalam peringatan Milad 57 Kokam, Kokam Bantul ingin meresapi perjalanan bangsa sekaligus memastikan soliditas mempertahankan persatuan Indonesia. Di sisi lain, Kokam Bantul juga bersiap menyambut Muktammar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta.

“Total peserta apel ada 700 dan dihadiri Kapolres Bantul serta jajaran Kodim Bantul. Kami memastikan kesiapsiagaan menyambut Muktammar Surakarta sekaligus komitmen bahwa Kokam selalu menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” tandas dia.

Herwanto dalam apel akbar Kokam juga menyampaikan duka mendalam bagi para korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. “Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dan para korban mendapatkan Khusnul Khatimah,” pungkas Herwanto. (Fxh)

Kredit

Bagikan