Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan Malang, Perindo DIY Minta Seluruh Pihak Introspeksi

user
Danar W 02 Oktober 2022, 20:55 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - 129 penonton sepakbola meninggal dunia dalam tragedi usai laga Liga 1 antara Arema FC menghadapi Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Liga dihentikan sementara, evaluasi dan investigasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan kejadian pilu di Kanjuruhan tak terjadi lagi di kemudian hari.

Presiden Joko Widodo telah menyatakan dukacita mendalam serta meminta seluruh stakeholder sepakbola untuk melakukan investigasi. Presiden meminta Liga 1 berhenti untuk sementara hingga seluruh investigasi selesai dilakukan.

Hal tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen, termasuk salah satunya tokoh perempuan DIY, Yuni Astuti. Yuni yang juga Ketua DPW Perindo DIY ini menyampaikan bahwa tidak ada pertandingan sepakbola yang lebih berharga daripada nyawa. Ia pun menyampaikan dukacita mendalam dan mendukung adanya investigasi menyeluruh.

“Sangat memilukan, sepakbola yang seharusnya menjadi hiburan untuk rakyat, namun justru sebaliknya. Tragedi sepakbola ini harapannya jadi yang terakhir,” ungkap Yuni, Minggu (2/10/2022).

Yuni pun mendorong segera dilakukan investigasi menyeluruh dalam kasus ini. Perindo DIY diakuinya siap mengawal kasus tersebut karena bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja apabila tidak dipastikan tak akan terjadi lagi.

“Tata kelola penyelenggaraan pertandingan harus lebih baik lagi. Semua harus ditata dengan detail, untuk memastikan tidak ada lagi korban jiwa. Untuk saat ini, saya setuju dengan penghentian sementara kompetisi sebagai introspeksi serta momen evaluasi,” tegas perempuan yang juga Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila DIY ini. (Fxh)

Kredit

Bagikan