Pasar Batik Minggu Legi di Tlogo Putri

user
Danar W 02 Oktober 2022, 20:10 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Memperingati Hari Batik Nasional, Asosiasi Batik Mukti Manunggal Kabupaten Sleman menyelenggarakan 'Pasar Batik Minggu Legi', Minggu (2/10/2022), di Taman Parkir Tlogo Putri Kaliurang.

Acara dibuka Ketua Umum Dekranasda Sleman H Sri Purnomo, ditandai dengan menggoreskan kuas ke kain batik. Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 400 anggota Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik (P3B) DIY. Turut hadir Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo, Kabid ILSA Disperindag DIY Anton Raharja SIP MSi, Kadisperindag Sleman Dra Rr May Rusmi Suryaningsih MT, Kadis Pariwisata Sleman Isyadi Zayid, staf Bank BPD DIY dan lain-lain.

Seusai seremonial pembukaan, dilakukan membatik bersama di atas kain sepanjang 30 meter oleh tamu undangan maupun masyarakat umum. Sedangkan event utama berupa pameran, bursa batik, diselingi pentas seni, senam Sleman Bangkit, serta flashmob.

Ketua Asosiasi Batik Mukti Manunggal Endang Wilujeng menjelaskan, kegiatan ini bertema Surya Suminar. Maknanya matahari bersinar menjadikan semangat untuk berkarya, serta saatnya bangkit kembali menjadikan batik lebih dicintai oleh masyarakat.

"Kami berniat memperingati Hari Batik Nasional secara berbeda, bukan sekadar seremonial. Event ini sebagai momentum kebangkitan batik DIY pascapandemi Covid-19, secara ekonomi maupun kualitas karya," paparnya.

Sedangkan Anton Raharja yang mewakili Kepala Disperindag DIY, mengatakan batik merupakan warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO pada 2009, sebagai karya asli Indonesia. Pengakuan UNESCO ini merupakan anugerah yang harus dijaga dan dilestarikan bersama. DIY sebagai salah salah satu daerah batik menjadi magnet dan daya tarik dalam pengembangan, pembelajaran tentang industri dan usaha batik.

Dikatakan, batik saat ini juga berperan dalam kesejahteraan dunia, khususnya perekonomian para pelaku batik. Eksistensi batik juga terus meningkat, terbukti dari banyaknya event fashion batik, atau desainer memamerkan rancang busana eksklusif berbahan batik di dalam maupun luar negeri.

"Saya berharap penyelenggaraan Pasar Batik ini memberi kontribusi nyata terhadap keberlangsungan Warisan Budaya Tak Benda, yaitu batik Indonesia," pungkas Anton.(Ben)

Kredit

Bagikan