Oknum Anggota Dewan Bantul Terlibat Penipuan Telah Ditahan

user
Ivan Aditya 03 Oktober 2022, 16:12 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bantul, ESJ (37) terjerat kasus penipuan atau penggelapan. Dengan dalih dapat meloloskan menjadi CPNS atau P3K, lelaki yang tercatat sebagai warga Bantul itu diduga telah mengelabuhi sejumlah orang.

Sedikitnya, tiga orang melapor ke Mapolda DIY, dimana salah satu korban adalah guru saat ESJ duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Guru SD tersebut, mengetahui jika ESJ merupakan anggota dewan, sehingga memintanya untuk memfasilitasi agar anaknya bisa lolos dalam rekruitmen CPNS.

Atas laporan ketiga korban, Polda DIY melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan ESJ di rumahnya. Oknum anggota dewan tersebut, juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan.

Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP Tri Panungko mengatakan, modus tersangka yakni menjanjikan para korban masuk atau lolos dalam rekruitmen CPNS/P3K di Kabupaten Bantul pada 2019. "Ada tiga orang yang sudah membuat laporan dan rata-rata yang menjadi korban adalah anak dari pelapor karena diimingi bisa lolos masuk PNS atau P3K. Beberapa barang bukti yang kami sita antara lain, kwitansi, print out kartu ujian dan rekening koran," ungkap Tri Panungko di Mapolda DIY, Senin (03/10/2022).

Saat menjanjikan bisa lolos penerimaan CPNS/P3K, para korban dimintai beberapa sarat, antara lain diminta biaya administrasi sebesar Rp 250 juta. Dari ratusan juta rupiah yang diminta, para pelapor tidak memberikan seluruhnya, namun diberikan secara dicicil atau diberikan uang muka terlebih dahulu.

Korban pertama, mengalami kerugian Rp 150 juta, korban kedua rugi Rp 75 juta dan korban ketiga sebanyak Rp 40 juta. Sebelum melapor, ketiga pelapor sudah berusaha melakukan berbagai upaya kekeluargaan kepada tersangka.

Hal itu dilakukan, setelah mengetahui anak mereka tidak lolos rekrutmen. Tapi karena tersangka berbelit, susah ditemui dan tidak mau mengembalikan uang sesuai perjanjian, kasus itu akhirnya dilaporkan ke Mapolda DIY. Selain guru saat tersangka masih SD, salah satu pelapor adalah kerabat tersangka sendiri, yang juga dijanjikan hal yang sama oleh ESJ.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP, ancaman maksimal masing-masing 4 tahun. Tri Panungko membenarkan, jika ESJ masih aktif sebagai anggota dewan.

"Tersangka memang statusnya salah satu oknum DPRD Kabupaten Bantul. Sampai saat ini belum ada pihak lain yang terlibat, namun proses penyidikan masih terus dilakukan. Jika ada masyarakat yang merasa pernah menjadi korban, segera melapor," pungkasnya. (Ayu)

Kredit

Bagikan