Bensin Lambungkan Inflasi Yogya Capai 1,05 Persen

user
Ivan Aditya 03 Oktober 2022, 17:16 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 1,05 persen pada September 2022. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi tersebut adalah bensin, naik sebesar 23,89 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (September 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 5,33 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 6,81 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2022 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada September 2022, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 1,05 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,13 pada Agustus 2022 menjadi 114,32 pada September 2022.

"Komoditas yang mengalami kenaikan harga terbesar pada September 2022 adalah bensin sebesar 23,89 persen dengan andil 0,83 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil bear sehingga menahan inflasi yakni bawang merah dan cabai merah turun 13,11 persen dan 11,47 persen dengan masing-masing memberikan andil -0,04 persen;" tuturnya di Yogyakarta, Senin (03/10/2022).

Sugemg menyatakan inflasi tersebut disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok pakaian dan alas kaki 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,31 persen.

"Kelompok kesehatan 0,78 persen, elompok transportasi sebesar 6,42 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,13 persen; kelompok pendidikan 0,37 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,25 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,31 persen. Sementara kelompok makanan dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks masing-masing -0,49 persen dan -0,01 persen," jelasnya.

Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi 1,87 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Merauke 0,07 persen. Dua kota yang mengalami deflasi yaitu Manokwari sebesar -0,64 persen dan Timika -0,59 persen. (Ira)

Kredit

Bagikan