Gelar Acara Tribute To Kretek, Konsumen Siap Lawan Kebijakan Naiknya Cukai Rokok

user
Ivan Aditya 03 Oktober 2022, 19:32 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Komunitas Kretek, Komite Nasional Pelestarian Kretek, dan Rokok Indonesia menggelar Tribute to Kretek sekaligus memperingati Hari Kretek Nasional, Senin (3/10/2022). Menggelar berbagai aksi budaya, pameran hingga music performance, komunitas tersebut berikrar menolak rencana kenaikan cukai rokok oleh pemerintah pada 2023 mendatang. 
 
Jibal Windiaz, Ketua Komunitas Kretek mengatakan kegiatan aksi merupakan bagian dari perlawanan pada rencana kenaikan cukai rokok yang diinisiasi Kementrian Keuangan. Kenaikan cukai rokok dinilai mematikan ekosistem rokok tanah air yang selama ini bisa menghidupi masyarakat dari berbagai lapisan. 
 
“Kenaikan cukai berdampak pada ekosistem struktural kretek yang saat ini masih jadi sektor andalan. Kita lihat tiap tahun selalu dipukul dengan kenaikan cukai, dan pada 2023 akan di atas 10 persen. Hal ini jelas memberatkan konsumen. Makin hari kehilangan ruang mendapat produk sesuai selera. Petani banyak anjlok dan tembakau tak terbeli. Kuota produksi diturunkan sehingga petani tak terjual tembakaunya,” ungkapnya pada wartawan di sela aksi yang dilaksanakan di Jalan Palagan Sleman. 
 
Kenaikan cukai rokok dinilai komunitas adalah sebuah upaya menambal keuangan negara, tetapi di sisi lain menjadi lonceng kematian bagi para petani tembakau, petani cengkeh, buruh pabrik, serta juga konsumen rokok. Kenaikan cukai yang diiringi kenaikan harga rokok berdampak secara struktural pada penghidupan masyarakat kretek Indonesia. 
 
“Jika cukai naik, tembakau dan cengkeh yang ditanam para petani akan berkurang serapan atau pembeliannya. Kalaupun dibeli, harganya akan anjlok atau buruk. Di Temanggung, tembakau grade bagus harganya anjlok, karena rokok yang berputar di pasar adalah rokok murah dengan kebutuhan tembakau grade rendah. Tembakau kualitas bagus, sudah tidak ada gunanya jika cukai rokok melulu naik,” sambungnya. 
 
Badruddin, Koordinator Komite Nasional  Pelestariaan Kretek (KNPK) menambahkan, bulan lalu, sebuah pabrik rokok besar Apache harus menutup pabriknya lantaran tak kuat menghadapi tekanan ekonomi akibat cukai yang melulu naik. Dampaknya, buruh-buruh yang bekerja di sana harus kehilangan pekerjaan, dan keluarga mereka yang di-PHK kehilangan harapan hidup. 
 
“Lalu, harga rokok yang mahal kini membuat rokok ilegal semakin banyak beredar di pasaran. Berbeda dengan rokok berpitacukai yang memiliki standar nasional, rokok ilegal adalah produk yang kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jika kemudian yang beredar adalah rokok ilegal dengan kandungan mercon sebagai pengganti kretek, hal ini tentu membahayakan konsumen,” sambung Badruddin. 
 
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Komunitas Kretek dengan tegas menolak wacana kenaikan tarif cukai rokok yang tengah digagas Kementerian Keuangan dan menyatakan perlawanan terhadap negara jika benar melakukan kebijakan tersebut. “Kami juga mengajak para pemangku kepentingan, para petani tembakau, petani cengkeh, buruh pabrik rokok, pedagang rokok, serta konsumen rokok untuk menyatakan perlawanan dan penolakan terhadap kenaikan tarif cukai rokok,” tegas Aditia Purnomo, Ketua Panitia Tribute to Kretek. (Fxh)

Kredit

Bagikan