Kades Menolak Mundur, Perangkat Desa Cilongok Pilih Mogok Kerja

user
Agusigit 03 Oktober 2022, 20:46 WIB
untitled

BANYUMAS - Setelah unsur pimpinan dan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) hingga ketua RT/RW, Linmas dan Karangtaruna  Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah mengundurkan diri, kini giliran  sejumlah perangkat desa (Perdes)  Cilongok, Kecamatan Cilongok, Banyumas mulai  1 hingga 5 Oktober 2022 mendatang mogok kerja.
 
Langkah itu dilakukan  berkaitan adanya  dugaan perbuatan asusila yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang  menimbulkan kegaduhan. Aksi mogok kerja itu tertuang dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani seluruh perangkat desa yang berjumlah sembilan orang pada tanggal 30 September 2022.
 
Sejumlah perangkat desa yang mogok kerja terdiri atas sekretaris desa (Sekdes), kepala urusan (Kaur), kepala seksi (Kasi), dan kepala dusun (Kadus) 
 
Kaur Tata Usaha dan Umum Desa Cilongok Amir Hamzah, saat dikonfirmasi Senin (3/10/2022) membenarkan aksi mogok kerja tersebut. 
 
"Benar, intinya seperti yang ada di dalam surat," kata Amir. Dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada kades, camat, dan masyarakat disebutkan aksi mogok kerja didasari tiga hal.
 
Pertama terkait adanya unjuk rasa warga karena perilaku kades yang meresahkan. Selain itu muncul mosi tidak percaya dengan pengunduran diri unsur pimpinan dan anggota BPD, LPMD, Karangtaruna, Linmas, dan RT/RW.
 
Kedua, kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak dapat menjalankan beberapa kegiatan yang tertuang dalam APBDes karena mitra kerja tidak harmonis. 
 
Ketiga, aksi mogok kerja didasari pertemuan antara kades dan perangkat desa terkait tindaklanjut kades dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat. 
 
Dalam penutup surat yang ditujukan Camat Cilongok  menyebutkan pertimbangan tersebut untuk mengambil sikap untuk melakukan mogok kerja terhitung mulai 1 Oktober hingga 5 Oktober 2022.
 
Sedang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan hal yang bersifat mendesak seperti orang sakit atau yang berkaitan dengan nyawa bisa menghubungi nomor telepon yang tertera. Sedangkan untuk pelayanan dokumen kependudukan dapat dilakukan secara online melalui website yang telah disediakan. 
 
Sikap mogok kerja  itu dambil berdasarkan kesepakatan bersama perangkat desa Cilongok sebagai bentuk kepedulian dan rasa cinta terhadap desa, dengan harapan terciptanya suasana kondusif/ normal seperti sedia kala.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya warga Desa Cilongok selama  dua kali menggelar aksi unjuk rasa, yaitu pada Rabu (14/9/2022) Jumat (30/9/2022). 
 
Warga menuntut kades mundur dari jabatannya karena diduga berbuat asusila. Selain itu, selama ini perilaku kades tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin yang baik karena suka membeli togel. Meski ada aksi demo Kades Cilongok, Waluyo tetap menolak mengundurkan diri dan membantah tuduhan tersebut 
 
Dampak penolakan kades tersebut unsur pimpinan BPD, Ketua RT, RW  dan anggota lembaga desa memilih mengundurkan diri, Selasa (20/9) lalu. (Dri)

Kredit

Bagikan