Kasus Gadis Gemawang Hilang Terungkap, Ternyata Korban Dibunuh Pacar Sendiri

user
Agusigit 03 Oktober 2022, 22:11 WIB
untitled

Krjogja.com - TEMANGGUNG - Kepolisian Resort Temanggung menangkap Rom sebagai tersangka pembunuhan Sup (17) warga Kecamatan Gemawang ditemukan dikubur di belakang rumah di Dusun Bakal Desa Campurejo, Kecamatan Tretep Temanggung.

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan korban dan pelaku, sempat minum minuman keras jenis tuak dan melakukan hubungan badan. Rom emosi setelah mendengar korban, Sup meminta pertanggung jawaban dan Sup meragukan pertanggung jawaban Rom yang sudah menyetubuhi korban.

"Sup diduga meninggal setelah dicekik oleh teman lelakinya, Rom," kata Kapolres AKBP Agus Puryadi, Senin (3/10)

Dia mengatakan polisi mendapatkan barang bukti antara lain kerudung warna hitam, pakaian dalam kaos warna biru muda, bra warna ungu, kain kordin warna biru tua, satu kain korset warna hitam dan satu kaos lengan panjang warna krem bertuliskan “SOMEWHERE”.

Selain itu, kata dia, juga diamankan satu cangkul besi bergagang kayu, handphone dan sepeda motor Suzuki nopol AA 4012 PK.

Pengungkapan kasus, kata dia, diawali dengan Jumat (23/9) petugas kepolisian melihat postingan kejadian anak hilang di media sosial. Petugas lantas meminta identitas dari anak yang hilang tersebut lebih detail dan meminta keterangan dari keluarga.

Dikatakan pada Jumat (30/9) petugas menemukan Rom yang diduga kuat membawa korban. Setelah dimintai keterangan terduga pelaku mengakui perbuatan dan menunjukkan kepada petugas tempat korban dikubur.

Dikemukakan tersangka dijerat pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (3) Undang – undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

"Tersangka dijerat pula pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama lamanya 15 tahun dan pasal 332 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun" kata dia.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Bambang Subekti mengatakan pada hari Selasa (20/9) Rom menjemput korban untuk diajak ke rumahnya di Tretep. Keduanya lantas mengobrol sambil minum minuman keras jenis tuak, selanjutnya pelaku menyetubuhi korban.

"Korban meminta pertanggung jawaban kepada pelaku dan pelaku menyuruhnya apabila terjadi sesuatu, misalkan hamil, untuk menghubungi dan pelaku berjanji akan bertanggung jawab," kata dia.

Rupanya kata dia, korban ragu-ragu dengan pelaku dan terjadi cek cok. Pelaku mencekik korban dengan kedua tangannya dengan sekuat tenaganya hingga korban lemas dan tidak sadarkan diri.

Dia mengatakan pelaku sempat tidur di sofa, tetapi begitu bangun dari tidurnya mendapati korban tergeletak ditempat tersebut dengan kondisi hidungnya mengeluarkan darah sehingga pelaku mengecek nafas korban melalui hidung yang ternyata sudah meninggal.

Dikatakan membersihkan darah di hidung korban menggunakan air dengan membasuh mukanya, kemudian pelaku menggendong korban ke belakang gudang dan menguburkannya.

"Pelaku melihat postingan orang hilang di media sosial dan ketakutan sehingga pelaku menjual hp milik korban," kata dia.

Dia mengatakan usai menggali jenazah korban, petugas mengidentifikasi tubuh dan membandingkan properti yang dipakai seperti gelang, kalung dan anting dengan Sup yang hilang. Selain itu juga baju yang dipakai korban. Jenazah kini berada di RSUD Temanggung untuk diotopsi.

Kepolisian ujarnya mendatangkan pihak keluarga untuk melihat jenazah di RSUD dan hasil identifikasi dan pencocokan, pihak keluarga mengakui jenazah sebagai Sup yang dicari.

Tersangka Rom mengatakan terbawa emosi dalam cek cok usai berhubungan badan sehingga mencekik kekasihnya. Saat itu tidak berniat untuk membunuh, namun rupanya perbuatannya itu telah menghilangkan nyawa. "Saya bingung lalu saya gendong dan dikubur dibelakang rumah," kata dia.

Dia mengatakan takut perbuatannya ketahuan apalagi saat mengetahui ada postingan di media sosial pencarian orang hilang, yang merupakan teman perempuannya. "Saya pasrah dan mengaku salah," kata dia. (Osy)

Kredit

Bagikan