Motif Ibu Bunuh Anak Terungkap, Ternyata Kesal Anaknya Sering Mencuri

user
Agusigit 04 Oktober 2022, 17:10 WIB
untitled

SRAGEN - Kasus pembunuhan ibu terhadap anak kandungnya di Tlobongan, Sidoharjo, Sragen didasari kekesalan atas perilaku sang anak. Selama ini sang anak yang residivis kasus pencurian dan perjudian kerap membuat malu keluarga.
 
Dari rekam jejak, korban Supriyanto (46) pernah tiga kali masuk penjara karena dua kali terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan satu kali kasus perjudian. Sang ibu, Suwarni (65), langsung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan dijebloskan ke penjara Mapolres Sragen. "Jadi dari pengakuan pelaku, dia kesal karena sang anak kerap membuat malu keluarga karena sering mencuri," ujar Wakapolres Sragen, Kompol M Iskandarsyah, Selasa (4/10/2022).
 
Menurut Iskandarsyah, pelaku yang sehari-hari berjualan sayuran keliling ini sebelumnya memang sudah kerap dibuat kesal sang anak. Puncaknya pada malam itu, sang anak yang sudah pisah ranjang dengan istrinya, pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung tiduran di teras rumah.
 
Tidak lama setelah itu, sang ibu keluar dari rumah dan berniat duduk di teras rumah. Melihat anaknya tertidur di teras, sang ibu yang sudah kesal, tiba-tiba muncul niat untuk menghabisi anaknya. Mengambil batu cor di halaman rumah seberat sekitar 5 kilogram, kemudian dihantamkan ke kepala anaknya sebanyak 8 kali. Tidak berhenti disitu, sang ibu juga mengambil cangkul dan diayunkan ke kepala korban untuk memastikan anaknya benar-benar sudah meninggal. 
 
Saat kalap menghantamkan batu dan cangkul itu, jelas Iskandarsyah, sang ibu juga sempat membisikkan kalimat "Selamat jalan le....". Setelah itu dia menelpon anaknya yang lain di Jakarta meminta tolong agar dipanggilkan saudaranya. "Jadi pelaku sempat menelpon anaknya agar dipanggilkan saudara ke rumah. Saat saudaranya datang, pelaku mengajak untuk membuang jasad anaknya yang sudah dibungkus tikar ke sungai tidak jauh dari rumah," tambah Iskandarsyah.
 
Saudara yang datang jelas menolak permintaan pelaku karen takut dan langsung melapor ke warga setempat. Setelah itu sampai ke polisi juga, dan segera membawa jasad korban ke RSUD dr Moewardi Solo untuk otopsi. Sementara pelaku, langsung diamankan ke Malolres Sragen. "Pelaku kami jerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun," tambah Iskandarsyah. (Sam)

Kredit

Bagikan