Awas Gelombang Tinggi, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jogja Hingga Rabu

user
Ary B Prass 04 Oktober 2022, 20:27 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Gelombang setinggi 4 meter berpotensi terjadi di perairan Jogja. Hal ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman cuaca ekstrem.

Cuacara Ekstrem juga akan terjadi hingga Rabu (5/10/2022), masyarakat perlu waspada sebab cuaca ekstrem bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga angin putting beliung.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, mengatakan BMKG DIY memperkirakan pada tanggal 3 sampai 5 Oktober 2022 akan muncul potensi hujan hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai kilat dan angin kencang.

Pada Senin (3/10/2022) potensi hujan terjadi di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara, lalu Kulonprogo bagian utara dan sekitarnya. Kemudian pada Selasa (4/10/2022), hujan berpotensi di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara, Kulonprogo bagian utara dan sekitarnya. Kemudian Rabu (5/10/2022) potensi hujan terjadi di wilayah Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul, Kulonprogo dan sekitarnya.

“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tiga hari kedepan,” ucapnya, Senin (3/10/2022).

Dia menyampaikan BMKG memberikan imbauan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat untuk menyiapkan penanganan serta mitigasi kemungkinan terjadinya bencana. Banjir, longsor, pohon tumbang, sangat mungkin terjadi.

Sedangkan masyarakat di pesisir juga dimintai waspada terhadap potensi gelombang tinggi. Potensi gelombang tinggi antara 2,5 meter sampai 4 meter di perairan DIY untuk beberapa hari ke depan.

Kepala Kelompok Forekaster BMKG YIA, Romadi, mengatakan awal musim penghujan di DIY diperkirakan akan terjadi setelah 20 Oktober 2022. Masyarakat diminta untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar dengan merapikan pohon yang tinggi, membersihkan drainase untuk mengurangi terjadinya banjir, membuat sumur resapan, dan lainnya.

“Bila terjadi hujan jangan berteduh di bawah pohon,” ujar dia.

Menurutnya dalam satu pekan ini, yang perlu diwaspadai adalah dua sampai tiga hari ke depan.

“Bila ke pantai hindari bermain air dan selalu mengindahkan larangan yang disampaikan oleh petugas. Nelayan selalu update prakiraan tinggi gelombang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menghimbau warga yang tinggal di wilayah lereng untuk lebih waspada. Kepala BPBD Sleman Makwan mengatakan beberapa kecamatan rawan longsor ada di Cangkringan, Pakem dan lokasi lain yang berada di perbukitan.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum menyampaikan secara umum wilayah DIY masuk periode masa peralihan dari musim kemarau ke musim pancaroba. Pada masa peralihan ini, cuaca ekstrem berpotensi sering terjadi pada siang-sore sampai menjelang malam.(*)

Kredit

Bagikan