Sampai Kau Bisa Berkumandang di Mandala Krida, Ribuan Suporter Doa Korban Kanjuruhan

user
Ary B Prass 04 Oktober 2022, 21:07 WIB
untitled

YOGYA - Puluhan ribu suporter sepakbola dari DIY, Jawa Tengah dan beberapa daerah lainnya berkumpul di halaman parkir barat Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022) malam. Mereka berkumpul menurunkan ego membaur bersama mendoakan korban tragedi Kanjuruhan Malang, 1 Oktober lalu. 
 
Pertemuan dengan nuansa haru diinisiasi Brajamusti dan The Maident, suporter PSIM. Hal ini disambut baik suporter yang selama ini jadi rival seperti dari Solo dan Sleman yang turut hadir dengan jumlah banyak malam ini. 
 
Ketua The Maident, Budi Santoso dan Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin, menyambut para suporter dengan haru. Keduanya bersepakat bahwa momen hari ini menjadi hal penting bagi situasi persuporteran di tanah air. Muslich bahkan menyebut bahwa malam ini menjadi momen untuk menghentikan dendam untuk anak cucu. 
 
“Terimakasih malam hari ini, di momen yang masih berselimut duka, kami mengajak rekan swmua mendoakan saudara kita di Malang. Insyaallah mereka mendapat tempat mulia di sisi-Nya. Kita suporter yang hadir malam ini akan menghentikan kebencian yang ada di hati kita. Kita hanya akan mewariskan sukacita pada anak cucu kita. Insyaallah dengan ikhlas atas kejadian telah lalu tidak akan lagi terjadi khususnya di DIY dan sekitarnya. Kita bersatu dan sepakat,” ungkap Muslich yang akrab disapa Thole ini. 
 

Para suporter berkumpul di Mandala Krida
© 2022 krjogja.com/Harminanto

Thole juga menyebut ada belasan elemen suporter yang hadir di Mandala Krida seperti CNF, Paserbumi, Slemania, BCS, dan semua suporter dari Solo. Disebutkan pula adanya suporter dari Semarang, Magelang, Aremania, Bonek hingga The Jack. 
 
Lautan lilin dan flash handphone terlihat sesaat setelah tauziah dari salah satu pemuka agama selesai dilantunkan. Lagu Indonesia Pusaka pun dikumandangkan seiring dengan lampu terang dari nyala lilin puluhan ribu menyala. 
 
Selepas acara seremonial, kesyahduan malam di Mandala Krida yang sebenarnya muncul. Lagu Aku Yakin Dengan Kamu yang menjadi anthem PSIM dikumandangkan, disusul dengan Sampai Kau Bisa yang menjadi lagu kebesaran PSS Sleman. 
 
Tak hanya itu, yel-yel yang hampir tak pernah terdengar di Mandala Krida pun berkumandang. Bianco Ferde Ale, Bianco Ferde Ale, terdengar lantang dan mendapat apresiasi dari banyak suporter lain yang hadir memenuhi parkir Mandala Krida bahkan sampai jalanan di barat Mandala. 
 
Suasana malam ini benar-benar berbeda, tidak ada lagi rasa rivalitas. Kemanusiaan diimplementasikan suporter berada di atas segalanya. Inilah pemandangan yang juga diharapkan baik Presiden Brajamusti maupun Presiden Pasoepati yang sempat memberikan pernyataan. Semoga ini akan terjadi hingga selamanya. (Fxh)

Kredit

Bagikan