Wow! Museum Sonobudoyo Miliki Detektor Koleksi Canggih, Satu-Satunya di Indonesia

user
Agusigit 06 Oktober 2022, 09:55 WIB
untitled

YOGYA - Museum Sonobudoyo terus bergerak mengidentifikasi koleksi benda cagar budaya untuk melengkapi narasi setiap koleksi di museum tersebut. Saat ini masih ada 10 persen dari sekira 43 ribu koleksi Sonobudoyo yang belum teridentifikasi secara lengkap.
 
Berdasarkan data di Museum Sonobudoyo ada sekitar 43.000 koleksi yang merupakan peninggalan dari jaman prasejarah dan baru 90 persen yang teridentifikasi. Museum Sonobudoyo pun mendatangkan sebuah alat berteknologi x-ray flouresence (XRF) dari Eropa pada pengadaan 2021 sekaligus jadi satu-satunya di Indonesia. 
 
Kasie Koleksi, Konservasi dan Dokumentasi Museum Sonobudoyo Ery Sustiadi mengatakan XRF mampu mendeteksi berbagai jenis kandungan material pada koleksi. Sehingga dalam hal ini bisa mempercepat deteksi asal-usul suatu koleksi museum. 
 
“Harapannya keberadaan alat ini dapat membantu mempercepat deteksi untuk menambah informasi setiap koleksi di museum Sonobudoyo. Saat ini teman-teman sedang belajar untuk pengoperasian agar akurat,” ungkapnya, Kamis (6/10/2022). 
 
Sementara, Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Setyawan Sahli menambahkan XRF memang diharapkan dapat membantu identifikasi koleksi museum dengan menghadirkan data lebih detail terkait komposisi dari koleksi. Nantinya diharapkan museum bisa memastikan keaslian koleksi yang ada. 
 
“Selain itu dapat mengetahui kedalaman keterangan dari suatu koleksi, misal ada yang keropos atau pecah bisa dideteksi komposisinya apa saja ketika akan diperbaiki. Museum luar DIY kami juga ikutsertakan workshop terkait alat ini agar bisa mengidentifikasi koleksi secara menyeluruh,” tandasnya. 
 
Product Specialists XRF System, Alfred Wirasasmita menyatakan sesuai dengan nilai mata uang asing 2022 ini alat tersebut berharga senilai Rp5 miliar. XRF System bisa mendeteksi semua elemen mulai dari logam, bebatuan, kulit dan berbagai elemen lain yang hasil deteksinya bisa menjadi referensi dominan untuk menyimpulkan suatu koleksi tersebut asli atau palsu. 
 
“Di Indonesia memang belum ada yang menggunakan alat tersebut, kecuali di Sonobudoyo. Cara kerjanya sinar x dipantulkan ke objek koleksi, lalu ditangkap menggunakan spektrum, dari spektrum itu muncul angka dan penyebaran unsur. Hasilnya langsung keluar dan akurat, karena alat ini terkalibrasi juga dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” pungkas dia. (Fxh)

 

Kredit

Bagikan